BALIKPAPAN – Ratusan personel gabungan turun menertibkan pedagang kaki lima (PKL). Kali ini menyasar area lingkar luar Pasar Pandansari. Itu masih menjadi bagian dari pengawasan dan pengamanan yang telah berjalan sejak Juli lalu.
Sekretaris Satpol PP Balikpapan Izmir Novian mengatakan, kegiatan utama dalam fokus pembersihan atau penertiban PKL. Setidaknya sudah berjalan selama enam kali sepanjang 2024. Kenyataannya di lapangan masih terjadi pelanggaran.
“PKL masih tetap melakukan aksinya walaupun intensitas dan frekuensinya berkurang dibandingkan tiga bulan lalu,” ungkapnya.
Pembersihan dalam satu kawasan yang termasuk crowded atau padat, tentu memerlukan waktu yang membuat penertiban harus dilakukan beberapa kali. “Tidak bisa secara instan. Perlu pendekatan komunikasi dan manajemen pengaturan,” sebutnya.
Rencananya akan dilakukan kajian bersama instansi terkait. Misalnya apa langkah konkret ke depan untuk membuat PKL sadar. Mereka berjualan melanggar ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (trantibumlinmas).
“Arus lalu lintas macet, parkir sembarangan. Perlu pengaturan yang revolusioner,” bebernya.
Dalam penertiban ini, Satpol PP turun bersama instansi terkait. Mulai TNI, Polri, Dinas Perdagangan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, dan pihak terkait lainnya. Dia menilai penertiban di lapangan sudah berjalan kondusif.
“Mereka juga memahami tugas kami menertibkan. Setelah ini, kami tetap melakukan pengamanan setiap hari dengan personel 10 orang,” imbuhnya.
Dia berharap para PKL sadar sendiri tidak melanggar trantibumlinas. Sehingga Pasar Pandansari bersih dan estetika terjaga. (kpg/jnr)
Editor : Azwar Halim