Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tiga Kunci Pemerataan Pendidikan di Wilayah Terpencil

Radar Tarakan • Jumat, 6 Desember 2024 | 10:00 WIB

 

ISTIMEWA PENDIDIKAN: Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, Tamara Moriska berfoto bersama para narasumber dan tamu undangan di acara Gelar Wicara Internasional.
ISTIMEWA PENDIDIKAN: Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, Tamara Moriska berfoto bersama para narasumber dan tamu undangan di acara Gelar Wicara Internasional.

TANJUNG SELOR - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara, Tamara Moriska menghadiri sekaligus menjadi salah satu pembicara pada acara Gelar Wicara Internasional di Tarakan pada Rabu (4/12/2024).

Adapun titik tekan pembahasan yang dilakukan pada acara tersebut, yakni soal berbagai pengalaman pengelolaan pendidikan di wilayah terpencil, serta membangun Indonesia dari wilayah pedalaman dan perbatasan.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Tamara menegaskan bahwa upaya atau langkah untuk pemerataan pendidikan di wilayah terpencil itu ada tiga kunci utamanya, yakni infrastruktur, sumber daya manusia (SDM) dan kolaborasi.

 Baca Juga: Seleksi Kompetensi PPPK di Bontang Dibagi Tiga Sesi

"Jadi persoalan ini bukan hanya menjadi beban pemerintah, tapi semua pihak harus berkolaborasi, mulai dari pemerintah, pihak swasta, hingga seluruh pemangku kebijakan lainnya," ujar Tamara kepada Radar Tarakan, Kamis (5/12/2024).

Berbicara soal SDM, Politisi Partai Hanura ini menjelaskan bahwa SDM yang dimaksud di sini dalam artian peningkatan kompetensi tenaga pendidik yang ada.

"Jadi kembali kepada hakikat tenaga pendidik lagi. Profesi guru ini mirip-mirip sama tenaga medis. Kalau tenaga medis menyembuhkan orang yang sakit, sementara kalau guru itu mencerdaskan anak bangsa," jelasnya.

 Baca Juga: GOR Segiri Jadi Pilihan Ideal untuk Event Besar, Mampu Menampung 1.075 Orang

Termasuk juga yang tak kalah pentingnya di sini adalah peran orang tua di rumah. Karena untuk guru itu tetap kembali kepada hakikat profesinya. Tamara mengaku yakin bahwa guru itu akan menjalankan tugasnya dengan baik di manapun mereka ditempatkan atau ditugaskan.

"Sejauh atau seterpencil apapun tempatnya, mereka (guru, Red) pasti akan tetap mau menjalaninya," katanya.

Sedangkan untuk infrastruktur, Tamara mengakui bahwa itu sudah merupakan hal yang nyata dan dapat dilihat bersama bahwa untuk di wilayah pedalaman dan perbatasan di Kaltara ini masih sangat minim.

 Baca Juga: DLH Adakan Operasi Yustisi Sampah di Setiap Kecamatan

"Letak geografis Kaltara ini sangat unik, dia terpisah-pisah antara pulau satu dan pulau lainnya, sehingga membuat antar pulau satu dan lainnya jadi sulit dijangkau. Kalau infrastruktur, nyata di pedalaman masih minim. Konektifitas jalan juga begitu," pungkasnya. (iwk)

Editor : Azwar Halim
#pendidikan #pemerataan #internasional #tanjung selor #dprd