Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

November, Inflasi Bulungan 0,36  Persen

Radar Tarakan • Kamis, 5 Desember 2024 | 10:00 WIB
INFLASI: Bawang merah menjadi salah satu komoditas yang memberikan andil inflasi yoy pada November.
INFLASI: Bawang merah menjadi salah satu komoditas yang memberikan andil inflasi yoy pada November.

TANJUNG SELOR -  Inflasi di Tanjung Selor pada November 2024 tercatat sebesar 0,36 persen year on year (yoy).  Hal ini berdasarkan data Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,55.

Kepala BPS Bulungan, Yuda Agus Irianto mengatakan, inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,72 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,91 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,09 persen, rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 1,06 persen,  pakaian dan alas kaki sebesar 0,36 persen, transportasi sebesar 0,22 persen dan kesehatan sebesar 0,7 persen.

“Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,04 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,54 persen, dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,20 persen,” kata Yuda.

Kemudian kelompok pengeluaran yang tidak mengalami kenaikan maupun penurunan indeks atau sebesar 0,00 persen adalah kelompok pendidikan.

“Tingkat inflasi month to month (mtm) dan tingkat inflasi year to date (ytd) Tanjung Selor bulan November 2024 masing-masing sebesar-0,22 dan -0,20 persen,” ungkapnya.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi yoy pada November, antara lain emas perhiasan, bawang merah, beras, terong, kopi bubuk, telur ayam ras, bawang putih, sepeda motor, labu, tomat.

“Untuk komoditas yang memberikan andil deflasi yoy, antara lain bahan bakar rumah tangga, cabai rawit, daging ayam ras, minyak goreng, sawi hijau, ikan bandeng, ikan layang, sabun detergen bubuk, bayam dan sabun mandi cair,” bebernya.

Sementara komoditas yang dominan memberikan andil inflasi mtm pada November, antara lain bawang merah, emas perhiasan, bawang putih, sigaret kretek tangan (SKT), minyak goreng, sabun mandi cair, sigaret kretek mesin (SKM), obat gosok, mie goreng instan, dan obat dengan resep.

“Komoditas yang memberikan andil sumbangan deflasi mtm, antara lain ikan bandeng, beras, cabai rawit, udang basah, daging ayam ras, ikan kembung, ikan layang, sabun detergen bubuk, tomat dan ayam hidup,” ujarnya.

Pada November, kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi yoy, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,47 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,19 persen, penyediaan makanan dan minuman sebesar 0,07 persen, transportasi sebesar 0,03 persen, pakaian dan alas kaki sebesar 0,02 persen, kesehatan sebesar 0,02, dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya masing-masing sebesar 0,01 persen.

“Untuk kelompok pengeluaran yang memberikan andil deflasi yoy, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,33 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,11 persen dan informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen. Kemudian kelompok pendidikan dan kelompok kesehatan memberikan andil sangat kecil atau sebesar 0,00 persen,” pungkasnya. (jai/har)

Editor : Azwar Halim
#inflasi #IHK #tanjung selor #bulungan #yoy #november