Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Jaga HET Minyak Goreng, Ini Langkah yang Dilakukan Bulog Tarakan

Zakaria RT • Selasa, 17 Maret 2026 | 17:20 WIB

ILUSTRASI MINYAK GORENG
ILUSTRASI MINYAK GORENG

TARAKAN - Stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjadi fokus utama Perum Bulog Cabang Tarakan menjelang Hari Raya Idulfitri, dengan pengawasan ketat terhadap distribusi minyak goreng hingga penambahan stok gula untuk menjaga pasokan tetap aman.

Kepala Perum Bulog Cabang Tarakan, Zamahsyari Afsolin menegaskan, harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng tetap dipatok di angka Rp 15.700 per liter dan wajib dipatuhi seluruh mitra penyalur. Langkah ini dilakukan untuk memastikan harga di tingkat konsumen tetap terkendali di tengah meningkatnya permintaan selama Ramadan.

“Kalau melanggar, pertama kami beri teguran. Kalau sampai tiga kali masih melanggar, akan kami coret dari mitra kerja. Saat ini Bulog Tarakan memiliki lebih dari 100 mitra penyalur yang tersebar di berbagai titik, termasuk di Pasar Tengguyun, Gusher, serta jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang menjangkau empat kecamatan dan 20 kelurahan di Kota Tarakan," ujarnya, Selasa (17/3).

Di sisi lain, untuk komoditas gula, Bulog mencatat stok yang tersedia saat ini sekitar 2 ton. Namun, dalam waktu dekat akan ada tambahan pasokan sebanyak 25 ton yang didatangkan dari RNI Balikpapan. Dengan rata-rata kebutuhan gula sekitar 5 ton per bulan, tambahan tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lima bulan ke depan.

“Harga gula yang kami jual di kisaran Rp 17.000 per kilogram, dan ini diharapkan bisa membantu menjaga stabilitas harga di pasaran,” ujarnya.

Secara keseluruhan, Bulog memastikan tiga komoditas utama, yakni beras, minyak goreng, dan gula, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga pasca-Lebaran.

Selain menjaga pasokan, Bulog juga terus melakukan penyerapan hasil pertanian lokal, salah satunya komoditas jagung pipil yang berasal dari petani di Tarakan dan Nunukan. Proses pengadaan ini dilakukan melalui kerja sama dengan aparat kepolisian guna memperkuat dukungan terhadap petani sekaligus menjaga ketersediaan pangan.

“Jagung pipil juga kami serap langsung dari petani, bekerja sama dengan Polri. Alhamdulillah bisa terserap dengan baik,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #minyak goreng #bulog #lebaran