Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Jaga Pasokan BBM Kaltara, Pertamina Maksimalkan Pengiriman Laut dan Udara

Zakaria RT • Jumat, 6 Maret 2026 | 20:28 WIB

JAGA PASOKAN: Kantor Fuel Terminal Tarakan PT Pertamina Patra Niaga.
JAGA PASOKAN: Kantor Fuel Terminal Tarakan PT Pertamina Patra Niaga.

TARAKAN - Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Utara (Kaltara) dalam kondisi aman menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri 2026. Hal itu juga menyusul adanya sikap kepanikan masyarakat terhadap isu krisis BBM di tengah ekskalasi global. Sehingga PT Pertamina memantau langsung stok dan pergerakan distribusi melalui Fuel Terminal Tarakan guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Manager Fuel Terminal Tarakan PT Pertamina Patra Niaga, Hario Somapangestu menjelaskan, kondisi stok gasoline dan gasoil di Fuel Terminal Lingkas Ujung hingga saat ini masih dalam kategori cukup untuk memenuhi kebutuhan wilayah Tarakan maupun kabupaten lain di Kaltara.

“Untuk stok produk gasoline dan gasoil pada momen Satgas RAFI ini dalam kondisi cukup. Baik untuk Tarakan maupun wilayah Kaltara seperti Malinau, Nunukan, dan Sebatik,” ujarnya, Kamis (5/3).

"Saat ini sejumlah jenis BBM yang tersedia di terminal, di antaranya Pertamax, Pertalite, Biosolar (B40), Solar (B0), Avtur, Dexlite, dan Kerosene. Data tersebut mencantumkan indikator teknis seperti pumpable stock atau stok yang siap disalurkan serta kapasitas tangki yang masih tersedia. Biosolar menjadi produk dengan stok terbesar yang tersedia di terminal, yakni mencapai 4.335 kiloliter (KL). Sementara itu, Pertalite tercatat memiliki stok 657 KL dan Pertamax sebanyak 76 KL," sambungnya.

Diungkapkannya, untuk jenis BBM lainnya, Solar (B0) tercatat memiliki stok 773 KL dan Avtur sebesar 1.519 KL. Sementara produk Dexlite dan Kerosene berada dalam status distribusi tertentu yang tercatat dalam laporan operasional terminal. Selain kondisi stok, Pertamina juga memastikan penyaluran BBM harian cukup lancar tanpa hambatan hinggake pelosok Kaltara.

"Distribusi BBM ke Fuel Terminal Tarakan sendiri didukung pergerakan sejumlah kapal tanker yang memasok produk dari berbagai kilang. Dalam laporan, tercatat beberapa kapal pengangkut BBM yang melakukan suplai ke terminal. Di antaranya kapal MT Transko Taurus yang mengangkut Biosolar sebanyak 5.500 KL dari RU V Balikpapan dan telah melakukan proses bongkar muat pada 3 Maret 2026. Selain itu, terdapat kapal MT Mutiara Global yang membawa Pertalite 1.500 KL, Pertamax 500 KL, dan Biosolar 4.000 KL dengan status menunggu sandar di jetty sejak 25 Februari 2026,"bebernya.

"Kemudian kapal MT Sultan Abdul Rahman juga tercatat membawa muatan Pertalite 2.000 KL dan Biosolar 3.000 KL dengan estimasi kedatangan pada 4 Maret 2026. Secara keseluruhan, laporan tersebut menunjukkan kondisi stok BBM di Fuel Terminal Tarakan masih terpantau stabil dengan suplai rutin melalui kapal tanker untuk menjaga keberlanjutan distribusi," lanjutnya.

Ia menjelaskan, selama Ramadan 2026 kebutuhan BBM di wilayah Kaltara diperkirakan berada di kisaran 1.000 hingga 1.500 KL per hari. Berdasarkan data tahun sebelumnya, tidak terjadi lonjakan konsumsi yang signifikan pada periode tersebut.

“Kami memastikan cukup untuk stok kami di Tarakan maupun di wilayah Kaltara. Jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan kebutuhan BBM, kami akan melakukan perhitungan ulang dan berkoordinasi dengan unit distribusi serta jaringan ritel Pertamina untuk memastikan pasokan tetap terpenuhi," urainya.

Adapun untuk distribusi BBM di Tarakan saat ini didukung oleh sejumlah jaringan penyalur yang terdiri dari empat SPBU reguler yang tersebar di wilayah Juata, Ladang, dan Gunung Lingkas. Selain itu terdapat lima APMS, dua SPBUN untuk kebutuhan nelayan, serta 12 unit Pertashop. Dari total distribusi harian BBM di Fuel Terminal Tarakan yang mencapai sekitar 1.000 hingga 1.500 KL, hanya sekitar 30 persen yang digunakan untuk kebutuhan Kota Tarakan. Sisanya sekitar 70 persen dikirim kembali ke wilayah lain di Kalimantan Utara seperti Malinau dan Nunukan.

“Kalau kebutuhan Kota Tarakan sendiri kisarannya sekitar 300 sampai 400 KL per hari. Kalau berdasarkan data konsumsi tahun 2025, penggunaan BBM jenis gasoline sempat mengalami sedikit penurunan pada masa Lebaran. Hal tersebut diperkirakan karena banyak warga yang melakukan perjalanan mudik keluar daerah," rincinya.

Meski demikian, penurunan tersebut tidak terlalu signifikan dan konsumsi BBM secara umum masih berada pada kisaran normal. Lanjutnya, Untuk memastikan distribusi tetap menjangkau wilayah terpencil, Pertamina juga memanfaatkan berbagai moda transportasi. Selain pengiriman melalui kapal, distribusi BBM ke daerah pedalaman dilakukan menggunakan longboat hingga pengiriman menggunakan pesawat untuk program BBM satu harga di wilayah perbatasan.

“Meski melalui tantangan alam, penyaluran BBM ke daerah pelosok Kaltara, tetap kami maksimalkan. Tidak ada perubahan harga untuk BBM di pelosok tetap harganya sama dengan harga di kota. Tapi untuk menyebut spesifik harga untuk tiap jenis BBM itu bukan kewenangan saya. Tapi kami pastikan BBM se-Indonesia telah menerapkan sistem 1 harga. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#bbm #tarakan #kaltara #pertamina