Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan pun menanggapi perihal upaya mengungsi warga. “Kami sampaikan kepada warga agar jangan panik. Karena itu cuma informasi agar dipahami masyarakat, kalau terjadi gempa harus pergi mencari tempat yang lebih tinggi karena ada potensi tsunami,” ungkap Yonsep pada Radar Tarakan, Kamis (15/12).
Ditegaskan Yonsep bahwa tidak ada yang dapat menentukan hari terjadinya gempa. Apa yang disampaikan BPBD sebelumnya bersifat penyampaian adanya potensi. Penyampaian itu agar masyarakat mengerti cara menyelamatkan diri saat kondisi gempa atau tsunami.
Untuk itu, dalam hal ini pihaknya berencana untuk mengunjungi lokasi warga mendirikan tenda. Sebab ditegaskan Yonsep bahwa pihaknya tidak pernah menyarankan masyarakat untuk memasang tenda atau meminta masyarakat untuk berkumpul. “Kami tidak pernah menyarankan yang demikian. Yang jelas kami menyampaikan terkait mitigasi kebencanaan gempa dan tsunami agar masyarakat tidak panik. Makanya disampaikan dalam pemberitaan Radar Tarakan dengan data yang valid dari BMKG secara langsung,” jelasnya.
Informasi berkaitan dengan adanya masyarakat mendirikan tenda ungsian baru diketahui pihaknya. Dalam hal ini Yonsep menginginkan agar tokoh masyarakat seperti ketua RT dan lurah dapat berkoordinasi dengan BPBD untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat. “Usahakan agar masyarakat memperoleh informasi dari sumber yang tepat, seperti BMKG, Radar Tarakan atau dari BPBD langsung agar tidak mendapatkan informasi hoaks. Kami bertanggungjawab untuk menyampaikan informasi mitigasi bencana ke masyarakat agar saat gempa masyarakat tidak panik dan tahu cara menyelamatkan diri,” ujarnya.
Ketua RT 11 Kelurahan Pantai Amal, Tarakan Timur, Raja Mukding membenarkan tentan adanya upaya warga mendirikan tenda ungsian. “Betul sekali. Makanya saya bertanya ini dari mana kabarnya? Padahal gempa belum ada. Tapi warga sudah panik duluan,” beber pria yang akrab disapa Ajai ini.
Lanjut Ajai, masyarakat yang mendirikan tenda tersebut merupakan masyarakat asal Palu yang pernah merasakan gempa di Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu. “Banyak yang mau mengungsi. Bukan cuma dari RT 11, tapi dari RT 13 juga ikut. Larinya ke RT 11 semua, karena ada perbukitan di sini,” katanya.
“Saya sudah konfirmasi ke pak lurah dan sudah disampaikan ke masjid-masjid agar warga tidak panik karena ini cuma potensi yang tidak diketahui kapan waktunya,” jelasnya. (shy/lim) Editor : Azwar Halim