
TARAKAN – Peningkatan kualitas hidup masyarakat Kota Tarakan tercermin dari kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 2026. Meski mencatat angka tertinggi di Kalimantan Utara (Kaltara), peningkatan pada sektor pendidikan masih bergerak relatif lambat dibandingkan dimensi lainnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan, IPM Tarakan tahun ini mencapai 79,24 atau meningkat 0,62 poin setara 0,79 persen dibandingkan 2025 yang berada di angka 78,62.
Kepala BPS Kota Tarakan, Umar Ruyadi menjelaskan, peningkatan tersebut terjadi pada tiga dimensi pembentuk IPM, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Dalam lima tahun terakhir, sejak 2022 hingga 2026, IPM Tarakan rata-rata tumbuh 0,80 persen per tahun.
Pada dimensi kesehatan, Umur Harapan Hidup (UHH) bayi yang lahir pada 2026 mencapai 74,54 tahun. Angka ini bertambah 0,14 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara pada sektor pendidikan, peningkatannya belum terlalu signifikan. Harapan Lama Sekolah (HLS) hanya bertambah 0,01 tahun, dari 14,23 tahun menjadi 14,24 tahun. Begitu pula Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) penduduk berusia 25 tahun ke atas yang naik dari 10,46 tahun menjadi 10,47 tahun.
"Kondisi ini menjadi perhatian karena pendidikan merupakan salah satu dimensi penting dalam menentukan kualitas pembangunan manusia. Peningkatan angka IPM perlu diikuti upaya memperluas kesempatan belajar sekaligus mendorong masyarakat menempuh pendidikan lebih tinggi," tuturnya. Kamis (5/11).
Berbeda dengan pendidikan, dimensi standar hidup layak mencatat pertumbuhan lebih besar. Rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan mencapai Rp13,65 juta, naik sekitar Rp693 ribu atau 5,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Dari perbandingan antardaerah, Tarakan mencatat IPM tertinggi di Kaltara dengan 79,24. Berikutnya Malinau 75,91, Bulungan 75,04, Tana Tidung 72,68, dan Nunukan 70,85. Angka IPM Kaltara tercatat 74,81, sedangkan nasional mencapai 76,59," terangnya.
"Meski berada di atas capaian provinsi dan nasional, peningkatan IPM Tarakan tetap membutuhkan perhatian terhadap pemerataan pembangunan. Terutama memastikan kemajuan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi dapat dirasakan masyarakat secara menyeluruh," pungkasnya. (zac/jnr)



