Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cabai Rawit Jadi Penyumbang Terbesar Inflasi Oktober

Z
Penulis: Zakaria RT❯
NAIK: Harga cabai di Kota Tarakan mengalami kenaikan dari Rp70 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp75 ribu per kilogram. Artinya, terjadi peningkatan sebesar Rp5 ribu atau sekitar 7,14 persen. DOK/RADAR TARAKAN
INFLASI: Cabai rawit masih menjadi komoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi Oktober  DOK/RADAR TARAKAN

Advertisement

TARAKAN - Pergerakan harga bahan pangan masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi inflasi di Kota Tarakan. Memasuki penghujung 2026, kenaikan harga sejumlah komoditas hortikultura, terutama cabai rawit dan tomat, memberikan tekanan cukup besar terhadap perkembangan harga kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Tarakan, inflasi bulanan pada Oktober 2026 tercatat sebesar 0,05 persen. Angka tersebut membuat Tarakan kembali mengalami inflasi, melanjutkan tren yang terjadi dalam dua bulan sebelumnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala BPS Tarakan Umar Riyadi mengatakan, cabai rawit menjadi komoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi Oktober. Kondisi tersebut juga diikuti kenaikan harga tomat yang memberikan kontribusi cukup besar terhadap pergerakan indeks harga konsumen.

Advertisement

“Inflasi month to month Kota Tarakan pada Oktober 2026 tercatat sebesar 0,05 persen, di mana cabai rawit dominan memberikan andil inflasi month to month bersama tomat,” ujarnya, Senin (2/11).

Berdasarkan rincian komoditas, cabai rawit memberikan andil inflasi sebesar 0,2565 persen. Sementara tomat menyumbang 0,1143 persen. Besarnya kontribusi kedua komoditas tersebut menunjukkan bahwa perubahan harga bahan pangan masih memiliki pengaruh terhadap inflasi di Tarakan.

Selain cabai rawit dan tomat, kenaikan harga juga terjadi pada cabai merah dengan andil 0,0226 persen, jagung manis 0,0174 persen, serta terong 0,0111 persen. Minyak goreng, air kemasan, makanan ringan, kacang panjang, dan kol putih turut masuk dalam sepuluh komoditas penyumbang inflasi terbesar.

Advertisement

"Dari kelompok pengeluaran, Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang inflasi paling dominan dengan andil sebesar 0,24 persen. Sementara kelompok Kesehatan memberikan kontribusi sebesar 0,01 persen," tukasnya.

Umar menjelaskan, tekanan kenaikan harga tersebut tidak sepenuhnya mendorong inflasi lebih tinggi. Sebab, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga memberikan efek penahan terhadap inflasi bulanan.

“Kelompok Transportasi dominan meredam inflasi Oktober 2026 dengan memberikan andil atau sumbangan deflasi month to month sebesar 0,14 persen,” ucapnya.

Adapun angkutan udara menjadi komoditas yang paling besar memberikan sumbangan deflasi, yakni 0,1482 persen. Selain itu, penurunan harga juga terjadi pada kangkung sebesar 0,0733 persen, emas perhiasan 0,0617 persen, sawi hijau 0,0546 persen, dan bayam sebesar 0,0484 persen.

Advertisement

Artikel Terkait

Gaji Tak Dibayar Full, Buruh PT Intracawood Mengadu ke DPRD Tarakan

Gaji Tak Dibayar Full, Buruh PT Intracawood Mengadu ke DPRD Tarakan

Industri pengolahan kayu menjadi salah satu sektor yang ikut menghadapi tantangan ketika pasar ekspor mengalami perlambatan. Kondisi ini tid

Dari Sentra Produksi hingga Wilayah Perbatasan, Kaltara Perkuat Ketahanan Pangan

Dari Sentra Produksi hingga Wilayah Perbatasan, Kaltara Perkuat Ketahanan Pangan

Kaltara perkuat ketahanan pangan hingga wilayah perbatasan

Film Horor-Thriller Korea My Home Rilis Poster dan Teaser, Kisah Apartemen Mewah Penuh Teror

Film Horor-Thriller Korea My Home Rilis Poster dan Teaser, Kisah Apartemen Mewah Penuh Teror

Film horor-thriller Korea My Home rilis poster dan teaser terbaru. Dibintangi Jang Gyuri dan Bae Jong Ok, tayang 25 November.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer