Pertumbuhan Ekonomi Kaltara Bisa Lebih Tinggi, Akademisi Nilai Ini Hal Jadi Kendala

TARAKAN – Memasuki usia ke-14 tahun, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai masih memiliki potensi besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan karena perekonomian daerah masih bergantung pada sektor sumber daya alam, terutama pertambangan, yang cadangannya terus menurun.
Akademisi Ekonomi dari Universitas Borneo Tarakan (UBT), Dr Margiyono, S.E., M.Si., menilai Kaltara seharusnya mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi mengingat statusnya sebagai daerah otonomi baru. Pembentukan provinsi ini semestinya menjadi momentum untuk mempercepat pembangunan dan mengurangi kesenjangan antara wilayah utara dan selatan Kalimantan.
"Daerah yang baru berdiri sebagai wilayah otonom memiliki peluang untuk tumbuh lebih cepat melalui pembenahan kelembagaan, regulasi, serta percepatan pembangunan. Akan tetapi, pertumbuhan ekonomi Kaltara yang selama ini berada di kisaran 5 persen menunjukkan potensi tersebut belum sepenuhnya terealisasi," ujarnya, Selasa (27/10).
Ia menjelaskan, pembentukan Kaltara sebelumnya dilatarbelakangi upaya mempercepat pembangunan wilayah utara yang secara geografis dinilai tertinggal dibandingkan sejumlah daerah di Kalimantan Timur, seperti Samarinda dan Balikpapan.
Karena itu, menurut Margiyono, keberadaan Kaltara sebagai provinsi tersendiri seharusnya mampu mendorong percepatan pembangunan sekaligus mengurangi disparitas antarwilayah. Namun, capaian pertumbuhan ekonomi yang belum optimal menunjukkan perlunya perubahan strategi pembangunan.
“Kalau kita tetap bekerja dengan prinsip business as usual seperti kemarin-kemarin dan masih mengandalkan sektor pertambangan sebagai sektor andalan, pertumbuhan kita akan sulit tinggi. Cadangan pertambangan itu terus menurun. Kalau kita terus menyandarkan diri pada sektor itu, menurut saya, itu sesuatu yang irasional,” tegasnya.
Margiyono menilai, ketergantungan terhadap sumber daya alam tidak bisa terus menjadi tumpuan utama perekonomian daerah. Kaltara perlu memperkuat sektor industri pengolahan agar bahan baku yang tersedia di daerah dapat memberikan nilai tambah sebelum dipasarkan ke luar wilayah.
Ia menyoroti perkembangan sektor industri yang mulai memberikan harapan baru bagi perekonomian Kaltara. Setelah pertumbuhan pada triwulan I 2026 didorong sektor konstruksi, pada triwulan II 2026 pertumbuhan mulai menunjukkan pergerakan ke sektor industri.
"Pergeseran tersebut perlu dijaga melalui kebijakan yang mampu memperkuat daya saing industri. Pemerintah daerah perlu memberikan perhatian terhadap kemudahan investasi, kepastian hukum, pelayanan administrasi, hingga kebijakan fiskal yang mendukung keberlanjutan kegiatan usaha," tukasnya.
Dikatakannya, dia wilayah yang dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan industri adalah Tarakan dan Bulungan. Di Tarakan, industri kertas menjadi salah satu sektor yang perlu dipertahankan, sementara Bulungan memiliki potensi pengembangan industri melalui kawasan industri Tanah Kuning-Mangkupadi.



