
TARAKAN - Dinas Pendidikan Kota Tarakan mendorong keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pendidikan di sekolah. Bukan sekadar menjalani kewajiban akademik, mahasiswa calon guru diberi ruang untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengambil pengalaman langsung dari proses pembelajaran.
Peluang tersebut dilakukan melalui program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) yang melibatkan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan (FKIP UBT).
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Tamrin Toha mengatakan, mahasiswa memiliki potensi yang dapat diberdayakan untuk mendukung aktivitas pendidikan di sekolah. Penempatan mahasiswa juga dapat disesuaikan dengan bidang studi dan kebutuhan pembelajaran.
“Ruang untuk menambah tenaga baru sekarang memang berbeda dengan sebelumnya. Jadi kami mencari pola yang masih memungkinkan dilakukan. Salah satunya memanfaatkan program PLP dari FKIP UBT untuk membantu sekolah ketika ada kelas yang membutuhkan pendampingan,” ujarnya, Rabu (16/9).
Menurutnya, program PLP memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dalam situasi nyata. Mereka dapat belajar memahami karakter siswa, mengelola kelas, menyusun kegiatan pembelajaran hingga berinteraksi langsung dengan lingkungan sekolah.
"Pemberdayaan mahasiswa juga dapat dilakukan berdasarkan kompetensi yang dimiliki. Mahasiswa dari bidang pendidikan tertentu dapat ditempatkan pada mata pelajaran yang sesuai sehingga pengalaman yang diperoleh lebih relevan dengan bidang keilmuannya," tuturnya.
Dengan pola tersebut, keberadaan mahasiswa tidak hanya memberikan pengalaman bagi mereka sebagai calon pendidik, tetapi juga dapat menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan pembelajaran di sekolah.
Tamrin menegaskan, mahasiswa PLP tetap memiliki kedudukan sebagai peserta praktik. Karena itu, peran mereka harus disesuaikan dengan kapasitas dan tujuan program yang dijalankan.
“Mahasiswa PLP posisinya tetap sebagai peserta praktik. Mereka membantu proses pembelajaran selama berada di sekolah, tetapi tidak menggantikan posisi guru secara permanen,” jelasnya.
Menurut Tamrin, pengalaman langsung di sekolah penting bagi mahasiswa karena kondisi pembelajaran tidak selalu sama dengan teori yang diperoleh di bangku kuliah. Melalui PLP, mahasiswa dapat memahami persoalan pendidikan secara lebih nyata sekaligus belajar mencari pendekatan yang sesuai ketika berhadapan dengan siswa.



