Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

GPM di Tarakan Bantu Warga Tekan Pengeluaran Belanja Harian

Z
Penulis: Zakaria RT❯
ANTUSIAS : Warga membeli kebutuhan pokok dalam pelaksanaan GPM di Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
ANTUSIAS : Warga membeli kebutuhan pokok dalam pelaksanaan GPM di Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

Advertisement

TARAKAN - Harga kebutuhan pokok menjadi salah satu pertimbangan masyarakat dalam mengatur belanja rumah tangga. Ketika terdapat selisih harga, warga cenderung memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari dengan pengeluaran yang lebih rendah.

Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kota Tarakan. Sejumlah warga memilih berbelanja di lokasi kegiatan setelah mengetahui harga komoditas yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan harga yang biasa mereka temui di toko.

Salah satunya Muliati, warga RT 32, di mana ia mengaku awalnya hendak membeli kebutuhan rumah tangga di toko. Namun, saat melintas dan mengetahui adanya penjualan dengan harga lebih murah, ia memutuskan singgah.

Advertisement

“Ya, kebetulan lewat, aku singgah. Tadinya mau beli juga, kayak gula. Tapi kudengar ada murah di sini, jadi enggak jadi ke situ. Sini lah beli,” ujarnya, Rabu (16/9).

Muliati mengatakan, gula yang dibelinya dalam kegiatan tersebut ditawarkan sekitar Rp 16 ribu per kilogram. Sementara di toko, harga yang biasa ditemuinya sekitar Rp 20 ribu per kilogram. Selisih harga tersebut dinilai cukup membantu, terutama ketika kebutuhan rumah tangga harus dibeli secara rutin. Ia juga membeli minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan memasak di rumah.

“Kalau biasanya harus mengeluarkan sekitar Rp 37 ribu, sedangkan dalam kegiatan GPM harganya sekitar Rp 28 ribu. Kalau dihitung ada selisih sekitar Rp 9 ribu,” jelasnya.

Advertisement

Meski mendapatkan harga yang lebih rendah, Muliati tidak lantas membeli dalam jumlah banyak. Ia memilih mengambil masing-masing satu sesuai kebutuhan dan kemampuan belanja. Menurutnya, belanja dari GPM tersebut setidaknya dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga selama beberapa hari. Gula digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk membuat kopi, sementara minyak goreng digunakan untuk memasak.

"Dalam sebulan, kebutuhan keluarga mencapai sekitar empat kilogram gula dan dua bungkus minyak goreng. Pengeluaran harus disesuaikan dengan kondisi pendapatan yang tidak selalu sama setiap bulan," katanya.

Muliati tinggal bersama suami, seorang anak dan menantu. Total terdapat empat orang dalam satu rumah. Suaminya bekerja di sektor tambak dengan penghasilan yang tidak tetap. “Bapaknya kerja-kerja tambak. Iya, ndak tahu (penghasilannya), tidak tentu,” pungkasnya. (zac/jnr)

Advertisement

Artikel Terkait

IPM Tarakan Tumbuh 0,79 Persen, Pendidikan Masih Perlu Digenjot

IPM Tarakan Tumbuh 0,79 Persen, Pendidikan Masih Perlu Digenjot

Peningkatan kualitas hidup masyarakat Kota Tarakan tercermin dari kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 2026. Meski mencatat angka

Soal Tuntutan 16 Tuntutan Warga Kampung Satu terkait WKP, Ini Penjelasan Pertamina EP

Soal Tuntutan 16 Tuntutan Warga Kampung Satu terkait WKP, Ini Penjelasan Pertamina EP

Persoalan permukiman warga yang berada di dalam Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) PT Pertamina EP di Tarakan kembali memunculkan perbedaan ke

Mengadu ke DPRD Tarakan, Warga Kampung Satu Sampaikan 16 Tuntutan terkait Lahan WKP

Mengadu ke DPRD Tarakan, Warga Kampung Satu Sampaikan 16 Tuntutan terkait Lahan WKP

Kepastian hukum atas lahan permukiman yang masuk dalam Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) PT Pertamina EP di Kota Tarakan kembali menjadi soro

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer