
TARAKAN - Setelah dinonaktifkannya 9 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tarakan, kini 2 dapur SPPG di Tarakan kembali dinonaktifkan sehingga total dapur yang tidak beroperasi sementara kini mencapai 11 dapur SPPG. Kondisi ini berdampak pada terhentinya pasokan makanan bergizi bagi banyak siswa di sejumlah sekolah.
Saat dikonfirmasi, Koordinator Wilayah SPPG Tarakan Dewi membenarkan adanya penambahan dua dapur yang harus menghentikan sementara aktivitasnya. Penutupan tersebut berkaitan dengan persoalan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang belum memenuhi ketentuan.
“Benar tambahannya di Tarakan dua dapur SPPG yang dihentikan sementara berada di wilayah Kelurahan Pamusian dan kawasan Kelurahan Karang Anyar. Keduanya dihentikan sementara karena persoalan IPAL yang belum sesuai standar,” ujarnya, Rabu (8/4).
Lanjutnya, dengan adanya penambahan tersebut berdampak pada distribusi program MBG kepada siswa di sejumlah sekolah ikut terhenti sementara waktu. Namun demikian, SPPG bisa kembali beroperasi ketika pemilik melakukan pembenahan pada IPAL.
"Mau tidak mau penyaluran ke beberapa sekolah terhenti sementara. Kami minta dapur SPPG melakukan pembenahan sampai dinyatakan layak," singkatnya. (zac/jnr)



