Kebakaran di Pantai Amal, Ini Kendala yang Dihadapi Petugas PMK Tarakan

TARAKAN – Peristiwa kebakaran yang menghanguskan dua rumah di kawasan Pantai Amal, Tarakan Tengah, Rabu (1/4), tak hanya menimbulkan korban luka, tetapi juga mengungkap sejumlah kendala dalam penanganan kebakaran di wilayah tersebut. Selain akses jalan yang sempit, keterlambatan informasi ke petugas pemadam kebakaran menjadi sorotan utama dalam insiden ini.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan PMK Tarakan, Eko Supriyatnoko mengungkapkan, pihaknya tidak menerima laporan awal dari masyarakat melalui jalur resmi.
“Informasi ini sangat lambat kami terima. Kami cek di Call Center 112 maupun di Mako Pemadam, tidak ada laporan yang masuk,” ujarnya.
Padahal, response time dalam penanganan kebakaran sangat krusial, dengan target maksimal 15 menit untuk tiba di lokasi setelah laporan diterima. Eko menduga belum meratanya sosialisasi nomor darurat di masyarakat menjadi salah satu penyebab keterlambatan tersebut.
“Barangkali masyarakat belum mengetahui atau belum terbiasa melaporkan melalui call center. Ini jadi evaluasi kami untuk meningkatkan sosialisasi,” katanya.
Selain itu, kondisi geografis Pantai Amal juga menjadi tantangan tersendiri. Lokasi permukiman yang cukup jauh dari markas pemadam serta akses jalan yang terbatas menyulitkan mobil damkar menjangkau titik kebakaran dengan cepat.
“Mobil pemadam agak sulit masuk ke lokasi karena aksesnya terbatas,” tambah Muhammad Arsyad.
Sebagai langkah ke depan, pihak pemadam kebakaran berencana mengusulkan penambahan pos pemadam di wilayah Pantai Amal guna mempercepat penanganan kejadian serupa.
“Wilayah Amal ini cukup jauh dari mako. Kami akan usulkan penambahan pos damkar agar response time bisa lebih cepat,” tegas Eko.



