Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Low Base Effect, Dongkrak Inflasi Tarakan ke 5 Persen

E
Penulis: Eliazar Simon❯

FAKTOR STATISTIK: Faktor statistik berperan besar yakni low base effect akibat diskon tarif listrik pada awal 2025 lalu menjadi perbandingan menjadi rendah, sehingga inflasi tahunan tampak melonjak.
FAKTOR STATISTIK: Faktor statistik berperan besar yakni low base effect akibat diskon tarif listrik pada awal 2025 lalu menjadi perbandingan menjadi rendah, sehingga inflasi tahunan tampak melonjak.


Advertisement

TARAKAN – Lonjakan inflasi tahunan Kota Tarakan hingga 5 persen pada Februari 2026 ternyata tidak sepenuhnya disebabkan tekanan harga yang ekstrem. Ada faktor statistik yang berperan besar, yakni low base effect akibat diskon tarif listrik pada awal 2025 lalu.

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Tarakan Umar Riyadi menjelaskan, pada Januari dan Februari 2025 lalu tarif listrik mendapat diskon sehingga menekan inflasi secara signifikan. Ketika kebijakan tersebut tidak lagi berlaku tahun ini, basis perbandingan menjadi rendah, sehingga inflasi tahunan tampak melonjak.

“Efek diskon listrik tahun lalu membuat angka pembandingnya rendah. Tahun ini tarif kembali normal, sehingga secara tahunan terlihat tinggi,” jelasnya.

Advertisement

Secara bulanan, inflasi Februari 2026 sebesar 0,58 persen masih dalam tren yang relatif terkendali. Bahkan inflasi tahun kalender baru mencapai 0,44 persen.

Namun kombinasi normalisasi tarif listrik dan kenaikan harga sejumlah komoditas seperti emas perhiasan, cabai rawit, daging ayam ras, dan angkutan udara membuat angka tahunan terdorong naik.

Di sisi lain, komoditas seperti bensin, bawang merah, ikan bandeng, dan ikan layang/benggol memberikan andil deflasi, sehingga tekanan harga tidak sepenuhnya merata.

Advertisement

Jika dibandingkan, inflasi Tarakan secara tahunan (5,00 persen) sedikit lebih tinggi dibanding inflasi Provinsi Kaltara (4,75 persen) maupun nasional (4,76 persen). Namun secara bulanan, pergerakan masih relatif sejalan dengan tren regional dan nasional.

Fenomena ini menunjukkan pentingnya membaca data inflasi secara komprehensif. Tidak semua lonjakan angka mencerminkan gejolak harga yang tajam di lapangan, tetapi juga dipengaruhi faktor basis pembanding.

Meski demikian, Umar mengingatkan agar pengendalian harga komoditas pangan tetap menjadi prioritas, terutama menjelang Ramadan. “Kenaikan harga harus diantisipasi sejak dini. Jika distribusi lancar dan pasokan cukup, tekanan inflasi bisa diredam,” pungkasnya. (zar/jnr)

Advertisement

Artikel Terkait

Karhutla Masih Terjadi di Tarakan, Penyebabnya Belum Diketahui

Karhutla Masih Terjadi di Tarakan, Penyebabnya Belum Diketahui

Meski pemerintah terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), namun hingga saat ini karhutla masih terjadi di sejumlah da

Anak Berjualan di Jalan Sulit Kembali untuk Bersekolah, Begini Penjelasan Dinsos PM Tarakan

Anak Berjualan di Jalan Sulit Kembali untuk Bersekolah, Begini Penjelasan Dinsos PM Tarakan

Persoalan anak-anak yang menghabiskan waktu di jalanan Kota Tarakan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas mereka di luar rumah. Di balik it

Dinilai Mendesak, Ranperda P4GN di Tarakan Ditargetkan Rampung 2027

Dinilai Mendesak, Ranperda P4GN di Tarakan Ditargetkan Rampung 2027

Penanganan persoalan narkotika di daerah membutuhkan dukungan yang tidak hanya berorientasi pada penindakan. Upaya pencegahan, pemberantasan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer