Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Anak Jadi Badut Kembali Ditemukan, Begini Langkah Dinsos Nunukan

Asrullah RT • Senin, 26 Januari 2026 | 17:18 WIB
DITERTIBKAN : Anak dibawah umur menggunakan kostum badut saat dibina personel Satpol PP Nunukan.
DITERTIBKAN : Anak dibawah umur menggunakan kostum badut saat dibina personel Satpol PP Nunukan.

NUNUKAN - Temuan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan terhadap anak di bawah umur yang beraktivitas sebagai badut jalanan pada Sabtu,(24/1) lalu menjadi perhatian Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Nunukan.

Kepala DSP3A Nunukan Faridah Aryani menyampaikan temuan praktik pengemis berkedok badut bukan pertama kali terjadi di Nunukan. Apalagi, temuan terhadap anak dibawah umur telah berulang kali ditangani.

Hasil temuan Satpol PP Nunukan, pihaknya menegaskan bahwa penanganan tidak bisa berhenti pada penertiban semata. "Yang diamankan Satpol PP kemarin, saya perintahkan untuk segera tangani. Informasinya, anak itu melakukan secara mandiri, namun kita nanti assessment dulu," ucap Farida Aryani, Senin (26/1).

Lanjutnya, pada penanganan kasus sebelumnya, DSP3A Nunukan menemukan sejumlah fakta. Dimana, anak dibawah umur ini selain bekerja atas kemauan sendiri, juga dipekerjakan pihak tidak bertanggung jawab. Sebab, anak penggun kostum badut ini dimintai setoran dengan dalih sewa kostum.

“Anak-anak itu sekedar ditugaskan turun ke lapangan. Dan hasil yang mereka peroleh disetor ke pemilik kostum, sebagai uang sewa. Nanti, ada dikasih hasil kerjanya. Tentunya ini merupakan bentuk eksploitasi,” jelasnya.

Lanjutnya, penanganan yang dilakukan DSP3A Nunukan atas sejumlah temuan dimulai dari asesmen sosial. Selanjutnya, DSP3A Nunukan menghentikan aktivitas anak di jalan dan memberikan intervensi langsung.

"Dalam beberapa kasus, anak turun ke jalan karena keterbatasan ekonomi keluarga. Seperti tidak memiliki sepatu dan perlengkapan sekolah. Alasannya anak turun ke jalan itu karena kebutuhan dasar. Kami bantu sepatu, tas dan keperluan sekolahnya,” ungkapnya.

Ia menegaskan, untuk menghentikan aksi tersebut, DSP3A Nunukan memberikan bantuan modal usaha kepada orang tua anak. Tujuan, agar keluarga memiliki sumber penghasilan lain dan tidak lagi menggantungkan anak untuk mencari uang di jalan.

“Orang tuanya kami berikan modal usaha. Tujuannya jelas, supaya anak tidak kembali ke jalan. Kejadian seperti ini bukan pertama kali. Karena tahun-tahun sebelumnya sudah beberapa kali kami tangani. Juga melibatkan anak-anak,” pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#perbatasan #dinsos #nunukan #badut #satpol pp