Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Paparan Layar Digital Tinggi, RSUD Nunukan Ingatkan Risiko Kerusakan Mata di Era Modern

Riko Aditya • Kamis, 9 Oktober 2025 | 17:19 WIB
DOK RSUD NUNUKAN MENGEDUKASI: Dokter spesialis mata RSUD Nunukan, dr. Hj. Irnawati, Sp.M, M.Kes ketika memberikan edukasi ke masyarakat tentang bahaya radiasi pada telepon seluler
DOK RSUD NUNUKAN MENGEDUKASI: Dokter spesialis mata RSUD Nunukan, dr. Hj. Irnawati, Sp.M, M.Kes ketika memberikan edukasi ke masyarakat tentang bahaya radiasi pada telepon seluler

NUNUKAN – Meningkatnya aktivitas masyarakat di depan layar gawai dan komputer kini menjadi ancaman baru bagi kesehatan mata. Fenomena ini menjadi sorotan RSUD Nunukan dalam momentum Hari Penglihatan Sedunia yang diperingati pada Kamis (9/10).

Melalui kegiatan edukasi bertajuk Pentingnya Menjaga Kesehatan Mata di Ruang Poliklinik RSUD Nunukan, dokter spesialis mata dr. Hj. Irnawati, Sp.M, M.Kes mengajak masyarakat memahami bahaya paparan layar digital yang berlebihan tanpa diimbangi dengan kebiasaan sehat.

Menurutnya, sebagian besar pasien yang datang berobat mengalami gejala mata lelah, penglihatan kabur, hingga iritasi akibat terlalu lama menatap gawai.

“Sekarang banyak keluhan datang dari anak-anak sekolah dan pekerja kantoran. Mata kering, perih, dan sulit fokus adalah tanda awal yang sering diabaikan,” ungkap dr. Irnawati.

Dirinya menambahkan, gangguan penglihatan bukan hanya akibat faktor usia, tetapi juga dipengaruhi oleh pola hidup yang tidak seimbang. Kurangnya waktu istirahat, minimnya asupan vitamin A, serta kebiasaan membaca di tempat gelap turut mempercepat penurunan fungsi penglihatan.

Kegiatan edukasi ini diikuti puluhan pasien dan pengunjung rumah sakit. Mereka mendapat arahan langsung mengenai cara menjaga mata tetap sehat di tengah rutinitas digital, termasuk teknik istirahat mata setiap 20 menit saat bekerja di depan layar. 

Pihak RSUD Nunukan menilai kegiatan ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di tengah pergeseran gaya hidup modern yang serba digital.

“Ya, kami ingin masyarakat lebih peduli pada kesehatan mata, bukan hanya datang ketika sudah tidak bisa melihat jelas,” kata dr. Irnawati.

RSUD Nunukan pun berkomitmen menjadikan edukasi kesehatan mata sebagai agenda rutin, sejalan dengan meningkatnya kasus gangguan penglihatan akibat penggunaan perangkat elektronik.

dr. Irnawati pun mengingatkan bahwa mata adalah jendela kehidupan yang harus dijaga sejak dini.

“Kita tidak bisa mengganti mata, tapi kita bisa menjaga agar tetap berfungsi dengan baik,” tegasnya. (raw)

Editor : Azwar Halim
#RSUD Nunukan #kaltara #digital #Paparan layar