NUNUKAN - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Nunukan tercatat urutan terakhir dibanding kabupaten kota di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Situasi ini baginya sebagai tantangan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan untuk terus berupaya agar angka IPM di Nunukan meningkat dan dapat melampaui angka 70.
"Sudah 25 tahun IPM Kabupaten Nunukan belum bisa mencapai angka 70. Karenanya pemerintahan kami yang baru berumur 6 bulan ini akan terus mengupayakan hal tersebut", ucap Wakil Bupati Nunukan, Hermanus saat menjadi narasumber Seminar Akademik Calon Wisudawan dan Wisudawati, Sabtu (9/8).
Dijelaskan, angka IPM yang masih rendah berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi perhatian Pemkab Nunukan.
Dimana upaya yang telah dilakukan Pemkab Nunukan dengan meluncurkan inovasi 'Desa Cerdas'.
Menurutnya, inovasi Desa Cerdas ke depan akan sangat berperan dalam upaya peningkatan IPM di Nunukan. Sebab, Inovasi Desa Cerdas mengalokasikan 10 pesen Dana Desa untuk pembiayaan pendidikan formal masyarakat.
"Ini diharapkan dapat mendongkrak penguatan dan peningkatan kualifikasi pendidikan masyarakat di 232 Desa.
Terlebih Universitas Terbuka yang telah teruji dalam sistem Perkuliahan Jarak Jauh akan sangat membantu masyarakat mengenyam pendidikan tinggi secara daring," jelasnya.
Karena itu, ditengah perkembangan teknologi saat ini, transformasi digital ini adalah menjadi keharusan. Sehingga, dapat menyentuh masyarakat yang berada di wilayah pedalaman Nunukan.
Baginya, setelah masyarakat dapat meningkatkan kualifikasi pendidikannya lebih tinggi, secara tidak langsung akan merubah pola pikir masyarakat yang tadinya konsumtif menjadi produktif.
"Yang kemudian akan berimbas pada kemajuan pembangunan di desa bahkan seluruh wilayah Nunukan," pungkasnya. (akz)
Editor : Azwar Halim