Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

PLN: Daya Mampu Listrik Tidak Lagi Surplus

Azwar Halim • Selasa, 27 Februari 2024 | 10:18 WIB

 

DOK RADAR TARAKAN MESIN BARU: Mesin yang mengoperasikan kelistrikan mengalami penurunan performa dan dalam pemeliharaan, membuat daya listrik berkurang.
DOK RADAR TARAKAN MESIN BARU: Mesin yang mengoperasikan kelistrikan mengalami penurunan performa dan dalam pemeliharaan, membuat daya listrik berkurang.

NUNUKAN - Pemadaman listrik yang masih saja terjadi dalam beberapa hari terakhir, ternyata disebabkan oleh gangguan mesin dipembangkit listrik yang terjadi secara maraton. Keadaan itu sudah terjadi pasca pemilu yang pada bersamaan transisi pemakaian listrik oleh masyarakat pasca pemilu diklaim meningkat signifikan.

Itu ditegaskan Manager ULP PLN Nunukan, Raka Gandhi ketika dikonfirmasi perihal kondisi listrik saat ini. Dirinya menegaskan, daya beban puncak listrik di Nunukan, sudah melebihi daya mampu. Artinya daya mampu listrik di Nunukan sudah tidak lagi surplus.

“Sebenarnya setelah penambahan dua mesin baru waktu itu, kita posisi listrik sudah normal, dengan istilah sudah bisa tidak ada pemadaman, namun itu hanya terjadi hingga Januari saja,” ungkap Raka ketika diwawancarai, Senin (26/2).

 Baca Juga: Camat Krayan Klaim Tiap Hari Pasien Dirujuk ke Tarakan

Namun tepat pada Februari, bertepatan dengan pemilu, daya mampu diklaim pas pasa. Hal Itu disebabkan adanya gangguan mesin yang terjadi berturut-turut, baik dari pembangkit listrik di Sei Bilal dimana terdapat dua mesin yang terjadi gangguan, disusul pembangkit di Sebaung yang juga mengalami gangguan satu mesin, termasuk pembangkit di Sebatik yang mengalami gangguan.

Di sisi lain, pemakaian listrik masyarakat meningkat jelang hingga pasca pemilu, sejatinya jika hal ini tidak terjadi, daya mampu masih bisa diandalkan, sayangnya musim kemarau juga diklaim membuat penggunaan listrik masyarakat semakin meningkat.

“Masyarakat yang terdampak kemarau juga, lonjakan pemakaian listrik menjadi semakin tinggi, itu di luar prediksi kami misal jika terjadi gangguan, kemampuan daya menjadi berkurang. Seandainya tidak ada gangguan, masih aman saja, jadi memang terpengaruh dengan kebutuhan masyarakat yang naik juga dan bertepatan terjadinya gangguan,” kata Raka.

 Baca Juga: Kebakaran Gudang Kayu di Sei Bilal, Nunukan Barat Nyaris Tak Diketahui

Dampak tersebutlah yang membuat terjadinya pemadaman bergilir yang meski sejatinya itu dilakukan di waktu-waktu tertentu saja, misalnya pada sore hari hingga malam, dimana pemakaian masyarakat meningkat yang menjadikan beban puncak listrik.

Raka menerangkan, pemadaman harus dilakukan supaya tidak berdampak ke pembangkit listrik yang lainnya. Karena jika dipaksakan, kemungkinan menjadikan listrik menjadi padam seluruhnya, bisa saja terjadi.

“Jadi sekarang ini daya puncak listrik di Nunukan bisa mencapai 17,2 mw, sementara daya mampu hanya 16,4 mw,” beber Raka. (raw/ana)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #pln #nunukan