Direktur Perumda Air Minum Tirta Taka, Masdi mengatakan, saat ini Embung Bolong telah siap mengalirkan air baku ke instalasi pengelolaan air (IPA). Setelah itu, sumber air baku akan diproduksi menjadi air bersih dan dialirkan ke pelanggan. "Saat ini timnya masih melakukan pengisian pipa. Setelah itu, kita berupaya agar pelayanan segera bisa kembali normal ke rumah-rumah pelanggan. Tim terus bekerja dan berupaya, agar masyarakat bisa kembali segera menikmati layanan air bersih," ucap Masdi kepada Radar Tarakan, Jumat (6/1).
Selain itu, situasi Embung Sei Bilal juga sudah juga sudah penuh dan kembali siap melayani kebutuhan air masyarakat. Kondisi yang sama juga untuk Embung Lapri yang telah terisi. Sehingga, pelayanan bisa segera berjalan optimal. "Kami tentu berterima kasih atas kesabaran dan doa masyarakat, hingga hujan turun dan kembali mengisi embung kita. Mudah-mudahan, pelayanan bisa segera berjalan normal," harapnya.
Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid mengambil langkah karena minimnya curah hujan beberapa pekan terakhir yang berdampak pada pelayanan ke masyarakat. Sehingga, ia mengeluarkan surat edaran (SE) kepada masyarakat untuk melakukan salat istiska atau salat meminta hujan.
SE tertanggal 4 Januari 202, Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid mengimbau seluruh umat Islam di Nunukan untuk melakukan salat istiska secara serentak yang dilaksanakan pada Jumat (6/1). "Selain salat istiska juga dilaksanakan zikir dan doa bersama. Semoga dengan dilaksanakan zikir dan doa di awal tahun ini bisa membuka pintu keberkahan bagi seluruh masyarakat," harapnya.
Kemudian, upaya lain yang dilakukan yakni berkoordinasi ke Balai Wilayah Sungai Kalimantan V Tanjung Selor, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Sumber Air Minum. Sebab, dibutuhkannya pengerukan Sungai Bolong, pengerukan Embung Sungai Bilal, Embung Sungai Lapri dan pembebasan lahan untuk pembangunan Embung Sungai Limau, pembangunan IPA Sungai Limau, pembangunan IPA Pagatason. "Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan V Tanjung Selor, Surya Dharma Hasyim berjanji memberikan biaya pemeliharaan untuk masing-masing embung sebanyak Rp 350 juta, uang tersebut nantinya bisa dipakai untuk biaya pengerukan embung," tutupnya. (akz/lim) Editor : Azwar Halim