Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Banjir Krayan, Enam SD Absen Pra Asesmen UNBK

Azwar Halim • Jumat, 28 Oktober 2022 | 10:25 WIB
JALAN TERTUTUP: Kondisi jalan dan jembatan menuju SMAN 1 Krayan Selatan pasca banjir yang terjadi Rabu (26/10) sulit dilakukan kendaraan. (FOTO: ISTIMEWA)
JALAN TERTUTUP: Kondisi jalan dan jembatan menuju SMAN 1 Krayan Selatan pasca banjir yang terjadi Rabu (26/10) sulit dilakukan kendaraan. (FOTO: ISTIMEWA)
NUNUKAN - Hujan deras yang mengguyur Krayan Selatan membuat debit air Sungai Bude meluap. Alhasil, jalan menuju SMAN 1 Krayan Selatan tak bisa dilalui.

Kondisi ini disampaikan Camat Krayan Oktavianus Ramli ketika dikonfirmasi Radar Tarakan. Ia menjelaskan bahwa pada Rabu, (26/10) air Sungai Bude meluap hingga menggenangi jembatan menuju SMAN 1 Krayan Selatan. “Pagi tadi Sungai Bude meluap menggenangi jembatan ke arah SMAN 1 Krayan Selatan. Kemudian, ke arah lokasi Tang Laan tidak bisa dilewati. Sekira pukul 16.27 WITA (Selasa) air mulai surat,” ujar Oktavianus Ramli kepada Radar Tarakan.

Dijelaskan, meluapnya air Sungai Bude diakibatkan curah hujan di Krayan beberapa hari terakhir cukup tinggi. Sehingga, luapan air selain menutup ruas jalan dan jembatan juga berimbas pada sawah masyarakat.

“Banjir juga sempat menggenangi beberapa sawah masyarakat. Memang di Krayan dalam beberapa hari curah hujan cukup tinggi,” jelasnya.

Situasi itu juga membuat jembatan sulit untuk dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Sebab, kondisi jembatan yang diperkuat dengan batang kayu ukuran besar kemudian ditimbun tanah dan batu terkikis arus sungai

“Untuk roda 2 bisa untuk roda 4 harus ektra hati-hati, jembatan kayu yang awalnya ditimbun  batu dan tanah, hanyut oleh air,” bebernya.

Bahkan, para siswa dari enam sekolah dasar (SD) di Krayan Selatan yang seharusnya mengikuti pra asesmen ujian nasional berbasis kompetensi (UNBK) di SMAN 1 Krayan harus dibatalkan. Bagaimana tidak ruas jalan tidak bisa dilewati menuju SMAN 1 Krayan Selatan. “Hari ini anak-anak SD pra Assesmen UNBK, tidak menyeberang dan tidak bisa ikut UNBK. Ada 6 SDN bergabung di SMAN 1 Krayan Selatan,” tambahnya.

Senada yang disampaikan guru SMAN 1 Krayan Selatan, Donald Christian. Kondisi jembatan di Long Layu menuju SMAN 1 Krayan Selatan kembali diterjang banjir. Padahal, jembatan tersebut baru saja diperbaiki. Karena situasi ini aktivitas belajar mengajar akhirnya ditiadakan.

“Jalan lokasi Long Layu menuju SMAN 1 Krayan Selatan diterjang banjir karena hujan lebat semalam. Mengakibatkan jembatan yang baru ditimbun 3 Minggu lalu rusak lagi,” katanya.

Ia mengaku, jembatan tersebut selama ini sudah diajukan agar dibuat secara permanen. Sebab, selain akses menuju sekolah, jembatan itu juga merupakan jalur jalan lingkar antara Krayan Selatan dan Krayan Tengah. “Jembatan itu selama ini diperbincangkan minta dibuat permanen. Karena itu jalur jalan lingkar Krayan Selatan dan Krayan Tengah,” pungkasnya. (akz/lim) Editor : Azwar Halim
#kaltara #banjir #nunukan #unbk #krayan