MEMBERI warna biru alami, minuman ikut diseduh dengan ekstrak bunga telang. Saat diolah menjadi minuman, rasanya menyegarkan dan memiliki khasiat tersendiri dari bunga ini. Maka tak heran, ekstrak bunga telang dikenal dengan minuman herbal.
Termasuk tanaman liar, tumbuhan bunga telang ini dapat tumbuh jika ditanam di pekarangan rumah. Konon seduhan bunga telang ini dipercaya memiliki khasiat untuk kesehatan.
Poppy Angel (26), salah seorang warga Tarakan yang biasa memanfaatkan khasiat ekstrak bunga telang sudah membuktikan khasiatnya. Diakuinya, tanaman ini tak begitu dikenal banyak orang. Karena tumbuh di rerumputan dan hutan, dan kerap dikira hanya tanaman liar biasa. Padahal jika diolah, tanaman bernama latin Clitoria ternatea ini dapat memberikan efek yang sangat baik untuk kesehatan. “Kita tanam sendiri, bisa tumbuh. Kalau di Thailand, kebanyakan bunga telang dibuat minuman. Kalau di Indonesia masih jarang. Khasiatnya bisa untuk kolesterol,” terang wanita kelahiran Tarakan, 16 Juni 1992 ini.
Konon, di Negara Thailand, bunga ini diseduh sebagai minuman teh. Di Negeri Gajah Putih ini, terkenal dengan olahan bunga telang yang dipadukan dengan aneka minuman segar lainnya.
Nah, sebagai minuman, petikan bunga telang ini dapat diseduh dengan air panas. Ada pula yang dikeringkan, agar bunganya sewaktu-waktu dapat digunakan.
Tanaman ini memiliki warna dan rasa yang segar menjadikan alasan alasan orang menggemari racikan bunga telang ini. Soal warna, berwarna biru pekat dan terang ini pun dapat berubah sesuai dengan bahan campuran yang digunakan. Misalnya dicampur dengan daging buah mangga yang diblender, warna biru keunguan ini berpadu kuning. Nah, dengan ekstrak bunga telang ini siapa saja bisa bereksperimen untuk mendapatkan warna lainnya.
“Kalau mangga telang, kami campur juga dengan susu,” bebernya.
Nah, untuk mendapatkan sensasi yang lebih segar, ekstrak bunga telang dicampurkan dengan perasan jeruk nipis. Warna yang didapat pun ungu berpadu putih. Diolah menjadi minuman segar, jus dari bunga telang seperti jus pada umumnya. Yakni hanya dapat bertahan selama satu hari.
“Pakai jeruk nipis, karena beda sama jeruk yang kecil. Jeruk nipis lebih bermanfaat,” tutupnya. (*/one/zia)
Editor : Azwar Halim