Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

IKAT Tunjukkan Semangat Kebersamaan

Azwar Halim • Rabu, 24 Oktober 2018 | 14:42 WIB
ikat-tunjukkan-semangat-kebersamaan
ikat-tunjukkan-semangat-kebersamaan

MALINAU -Andreas Tulak, selaku Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kabupaten Malinau mengaku bangga karena keluarga besar sukunya turut dilibatkan dan diperlakukan sama untuk menampilkan adat dan budaya pada pelaksanaan rangkaian Irau ke-9 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 tahun 2018.


“Kami bangga karena diberikan kesempatan dan hak yang sama dengan lembaga adat dan paguyuban yang ada di Malinau,” ucapnya saat mengawali sambutan di hadapan Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si, Senin (22/10) di Arena Pelangi Intimung saat pelaksanaan atraksi adat dan budaya dari IKAT.


Diungkapkan, Andreas Tulak, warga Toraja yang ada di Malinau saat ini kurang lebih 4.000 jiwa dan IKAT sendiri merupakan bagian dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Dalam kesempatan Irau tahun ini, sebutnya, IKAT menampilkan seni budaya Mangrara Tongkonan yang artinya syukuran rumah adat.


Terkait pelaksanaan pembangunan di Malinau, Andreas menuturkan bahwa warga Toraja di Malinau sangat mendukung program pemerintah yaitu Gerakan Desa Membangun (Gerdema). Salah satu program yang dirasakan manfaatnya adalah program Beras Daerah (rasda). “Dulu, sayur mayur kita datangkan dari Tarakan, tapi sekarang malah sebaliknya,” ucapnya. Hal ini diperkuat dengan warga Toraja yang pada hakikatnya adalah petani dan pekebun.


Atas apa yang ditampilkan warga IKAT, Bupati Malinau Yansen TP mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih dengan rasa hormat dan bangga. “Apresiasi kita untuk warga Toraja yang dengan penuh semangat menampilkan kearifan lokal seni budaya masyarakat Toraja,” ujar Bupati.


Dikatakan Bupati, lagu ‘Marendeng Marapa’ yang ditampilkan menggambarkan semangat masyarakat Toraja di manapun berada. Namun, ia berharap, serindu-rindunya terhadap kampung halaman warga paguyuban yang ada di Malinau, tetaplah mencintai tempat di mana berada dan tinggal, yaitu Kabupaten Malinau.


Untuk itu, Bupati mengajak warga Malinau dengan semangat keberagaman membangun Malinau seperti filosofi pelangi dan jangan ada lagi ego membawa sukunya dan agama merasa paling hebat dan sebagainya. “Kita hidup dalam satu kesatuan, tidak hidup sendiri. Jadikanlah kehebatan kepintaran kita berarti buat semua orang,” ucapnya. (hms/fly)

Editor : Azwar Halim