
MANDALIKA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperkuat upaya menjaga kebersihan kawasan Mandalika melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli dalam gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026.
Melalui program Waste Management Warriors Mandalika yang mengusung kampanye #YokKitaGAS, BRI mendorong pengelolaan sampah yang lebih terarah sekaligus meningkatkan kesadaran pengunjung terhadap pentingnya menjaga lingkungan selama berlangsungnya ajang balap internasional tersebut.
Dalam pelaksanaannya, BRI Peduli melibatkan 500 relawan untuk membantu menangani sampah di sejumlah titik kegiatan. Para relawan bertugas melakukan pengumpulan, pemilahan, hingga mendukung proses pengangkutan sampah agar kawasan acara tetap bersih dan nyaman.
BRI juga menyediakan sejumlah fasilitas pendukung, seperti truk pengangkut sampah, tempat sampah, serta papan petunjuk. Selain itu, perusahaan menghadirkan mesin pengumpul botol plastik otomatis atau Reverse Vending Machine (RVM) di area VIP Deluxe dan Festival untuk memfasilitasi pengumpulan botol plastik yang dapat didaur ulang.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan bahwa program BRI Peduli dirancang untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus menjawab kebutuhan lingkungan di kawasan penyelenggaraan acara.
Menurutnya, penyelenggaraan MotoGP Mandalika perlu didukung pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab. Karena itu, BRI mengintegrasikan keterlibatan relawan, edukasi, teknologi, dan penyediaan fasilitas dalam satu program pengelolaan sampah.
“Melalui BRI Peduli, kami menghadirkan dukungan yang menyatukan peran relawan, edukasi, teknologi, dan sarana pengelolaan sampah dalam satu rangkaian yang terkoordinasi,” ujar Dhanny.
Inisiatif tersebut juga menjadi bagian dari dukungan BRI terhadap pengembangan pariwisata dan aktivitas ekonomi di Mandalika. Pertumbuhan kawasan yang mendorong sektor perdagangan, akomodasi, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai perlu berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan.
Untuk menunjang pelaksanaan program, para relawan terlebih dahulu mendapatkan pembekalan mengenai standar kebersihan kawasan, keselamatan kerja, pemilahan sampah sejak dari sumbernya, mekanisme pengumpulan, serta pelayanan kepada pengunjung.



