Warna merah yang identik dengan keberuntungan dan keberanian mendominasi dekorasi perayaan tahun ini. Namun lebih dari sekadar kemeriahan visual, peringatan Imlek kali ini juga membawa pesan kuat tentang optimisme dan semangat kerja keras yang digaungkan komunitas warga Tionghoa di Malinau.
Ketua PSMTI Kabupaten Malinau, Fredy Lians menyampaikan bahwa Tahun Kuda Api 2026 dimaknai sebagai simbol dinamisme dan energi besar untuk bergerak maju. Menurutnya, karakter Kuda Api mencerminkan keberanian, kecepatan, dan semangat pantang menyerah dalam meraih peluang.
“Tahun ini adalah momentum emas untuk bekerja lebih keras dan berlari lebih kencang mengejar kesempatan. Seperti penunggang kuda, kita harus mampu mengimbangi lajunya agar tetap searah dengan tujuan,” ujarnya kepada Radar Tarakan saat diwawancarai.
Ia menambahkan, filosofi kuda api mengajarkan pentingnya adaptasi di tengah perubahan zaman yang serba cepat. Sikap gesit, percaya diri, dan konsisten menjadi kunci agar setiap individu mampu bertahan sekaligus berkembang.
Kehangatan perayaan semakin terasa dengan kehadiran rombongan Pemerintah Kabupaten Malinau yang dipimpin Bupati, Wakil Bupati, hingga Sekretaris Daerah. Kehadiran sekitar 50 pejabat daerah tersebut menjadi simbol kuatnya toleransi dan persaudaraan lintas etnis di daerah perbatasan itu.
Fredy mengaku bangga atas dukungan dan perhatian pemerintah daerah dalam setiap momentum kebersamaan masyarakat. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah keberagaman.
Sejalan dengan tema tahun kuda api, PSMTI Malinau berkomitmen terus mempererat hubungan antar-etnis dan memperkuat nilai gotong royong. Harapannya, semangat baru di tahun ini dapat membawa keberkahan, kemajuan, serta kebersamaan yang semakin kokoh bagi seluruh masyarakat Kabupaten Malinau. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim