Capaian tersebut mengemuka dalam kegiatan literasi yang dirangkaikan dengan kunjungan Kepala Badan Bahasa Republik Indonesia, Hafidz Muksin, ke Kabupaten Malinau.
Pemerintah Daerah Malinau juga memberikan dukungan pendanaan secara berkelanjutan kepada TBM untuk memperkuat kapasitas dan layanan literasi di tingkat komunitas. Tercatat, bantuan dana operasional sebesar Rp 15 juta pertahun dialokasikan untuk 50 TBM. Selain itu, penguatan infrastruktur dan fasilitas literasi terus dilakukan, dengan pembangunan 10 TBM di wilayah-wilayah strategis sebagai bentuk pemerataan akses literasi.
Bunda Literasi Kabupaten Malinau, Maylenty Wempi, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kunjungan Kepala Badan Bahasa RI tersebut. Menurutnya, kehadiran pimpinan Badan Bahasa menjadi perhatian besar sekaligus penyemangat bagi seluruh pegiat literasi di daerah.
“Kegiatan yang dilaksanakan hari ini adalah kegiatan literasi bersama dan kunjungan dari Kepala Badan Bahasa Republik Indonesia. Kami sebagai Bunda Literasi Kabupaten Malinau mengucapkan terima kasih atas kunjungan yang luar biasa ini,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Jumat (6/2).
Ia menegaskan, gerakan literasi di Malinau tidak hanya sebatas program, tetapi benar-benar berjalan dan dirasakan hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Hal ini didukung oleh peran aktif Pokja Bunda Literasi, Bunda Literasi Kecamatan, hingga Bunda Literasi Desa.
“Kami sangat bangga bersama seluruh tim. Bunda Literasi di kecamatan dan desa sangat bahagia atas kunjungan ini, karena ini membuktikan bahwa kegiatan literasi benar-benar ada dan berjalan di Kabupaten Malinau,” katanya.
Maylenty menjelaskan, saat ini Malinau telah memiliki 91 TBM yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten. Selain itu, jumlah pegiat literasi telah tercatat 728 orang yang secara aktif mendukung pendidikan melalui berbagai kegiatan literasi di desa-desa.
“Ini adalah kegiatan yang luar biasa. Saya mengucapkan terima kasih atas kepedulian bersama terhadap pendidikan di Kabupaten Malinau melalui gerakan literasi yang ada di desa-desa,” tambahnya.
Ia juga berharap seluruh pegiat literasi terus berbuat baik dengan memberikan pelayanan terbaik kepada anak-anak, disertai kasih dan kepedulian terhadap masa depan mereka.
“Teruslah berbuat baik dengan pelayanan yang luar biasa dan penuh kasih terhadap anak-anak kita. Mari kita peduli bersama terhadap pendidikan, dekat dengan anak-anak, menghargai cita-cita mereka, dan mendukung harapan mereka ke depan,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kegiatan belajar di luar jam sekolah melalui gerakan bersama di tingkat kecamatan dan desa. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi semangat bagi masyarakat sekaligus pemerintah dalam mendukung upaya mencerdaskan anak bangsa.
“Pointnya adalah gerakan bersama dan jenjang yang baik dari kecamatan dan desa, ini menjadi semangat masyarakat dan juga pemerintah untuk terus mendukung dan membantu kita dalam mendidik anak daerah,” pungkasnya. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim