Johnson menyampaikan apresiasi atas dilibatkannya lembaga adat dalam momentum tersebut. Menurutnya, peringatan Hari Antikorupsi harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa korupsi merupakan tindakan tercela yang dapat merusak berbagai aspek kehidupan.
“Korupsi itu tidak baik dan akan merusak semua sendi-sendi kehidupan kita. Oleh karena itu, seluruh masyarakat Kabupaten Malinau harus terus diingatkan untuk menjauhi praktik korupsi,” tegasnya, Selasa (9/12).
Atas nama Lembaga Adat Dayak Sa’ban, Johnson mengimbau masyarakat menjaga integritas dalam menjalankan tugas masing-masing serta aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya bekerja secara jujur dan bertanggung jawab demi kemajuan Malinau.
“Jika kita semua bekerja dengan baik dan menjauhkan diri dari cara-cara yang tidak benar, maka pembangunan di Malinau akan berjalan lebih baik dan membawa kemajuan bagi daerah ini,” ujarnya.
Johnson juga menilai kinerja Pemerintah Kabupaten Malinau saat ini sudah berada pada jalur yang baik. Meski demikian, ia berharap peningkatan kinerja terus dilakukan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Kami berharap pemerintah daerah terus meningkatkan kinerja pembangunan, sehingga masyarakat Malinau dapat merasakan manfaat nyata dan hidup lebih sejahtera,” pungkasnya. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim