0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Bumi Intimung Jadi Simbol Toleransi, Tokoh Kemuka lintas Agama Bersatu di Festival Budaya Irau (FBI) ke-11

Dip Ratar • Minggu, 26 Oktober 2025 | 15:41 WIB
DIPA/RADAR TARAKAN BERSATU: Bupati Malinau, Wempi W.Mawa bersama 5 Tokoh lintas agama usai dialog
DIPA/RADAR TARAKAN BERSATU: Bupati Malinau, Wempi W.Mawa bersama 5 Tokoh lintas agama usai dialog

MALINAU – Suasana penuh kehangatan dan harmoni menyelimuti panggung Padan Liu Burung pada Kamis (23/10) malam dalam rangkaian hari ke-17 Festival Budaya Irau (FBI) ke-11 Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Lima tokoh agama tampil bersama dalam satu panggung, menebar pesan persaudaraan dan cinta kasih melalui dialog lintas agama bertema “Kasihi Penciptamu, Kasihi Sesamamu.”

Kelima tokoh agama yang hadir yaitu Ustadz H. Abey Ghifran, S.Th.I., Cht (Islam), Pdt. Marcel Saerang, S.E., M.Th (Kristen Protestan), Romo Antonius Antara, Pr (Katolik), Yan Mitha Djaksana (Hindu), dan Bhikkhu Dhamma Subho Mahathera (Buddha). Acara ini dipandu dengan hangat oleh Kamidia Adisti, mantan Miss Indonesia 2007, yang sukses menghadirkan suasana santai namun penuh makna.

Dialog berlangsung dalam suasana penuh tawa, keakraban, dan semangat toleransi. Para tokoh agama tidak hanya berbicara soal iman dan persaudaraan, tetapi juga menampilkan kekompakan dengan mengenakan produk UMKM lokal Malinau, sebagai bentuk dukungan terhadap potensi ekonomi masyarakat setempat.

Di tengah obrolan hangat, Pdt. Marcel Saerang melontarkan guyonan yang membuat penonton tertawa."Ustad bisa istri empat, tapi kasihan Bhante dan Romo yang tidak bisa menikah," ujarnya disambut tawa hangat seluruh pengunjung.

Sementara itu, Romo Antonius Antara menegaskan pentingnya keselarasan antara iman dan tindakan nyata dalam kehidupan. "Iman tanpa perbuatan hasilnya nol. Orang yang mencintai dirinya pasti mencintai orang lain," tegasnya.

Menambahkan dengan gaya khasnya yang penuh perumpamaan, Bhikkhu Dhamma Subho Mahathera menyampaikan pesan yang menggugah. "Iman adalah serupa imun. Orang yang baik, pastilah imunitasnya baik. Imun, iman, amin, aman," tuturnya disambut tepuk tangan meriah.

Acara mencapai puncak ketika Ustadz Abey Ghifran mengajak seluruh tokoh agama yang hadir beserta Bupati Malinau untuk bergandeng tangan di atas panggung dan mengajak seluruh penonton melakukan hal yang sama sebagai simbol persatuan dan perdamaian antarumat beragama.

"Kebaikan akan selalu menemukan jalan pulang. Saya akan menceritakan kepada dunia bahwa Malinau mampu menjaga toleransi," ucapnya penuh semangat.

Malam itu, Padan Liu Burung bukan sekadar menjadi tempat pentas budaya, tetapi juga saksi nyata bahwa Bumi Intimung Malinau adalah tanah yang damai dan menjadi simbol toleransi di Kalimantan Utara. (*dip)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #malinau #tokoh lintas agama