0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Cerita Joko Agus Santoso, Jemaah Haji Asal Malinau Mengalami Pengalaman Berkesan saat Menunaikan Ibadah di Tanah Suci

Radar Tarakan • Selasa, 24 Juni 2025 | 21:48 WIB
DIPA/RADAR TARAKAN Joko Agus Santoso Jamaah Haji asal Kabupaten Malinau
DIPA/RADAR TARAKAN Joko Agus Santoso Jamaah Haji asal Kabupaten Malinau

MALINAU – Ibadah haji adalah puncak spiritual umat Islam. Bagi Joko Agus Santoso yang berusia 53 Tahun, pengalaman menunaikan ibadah haji pada tahun 2025 menjadi momen paling berkesan dan penuh pelajaran hidup.

"Yang paling berkesan tentu kekompakan kami yah dan itu kebersamaan antarjemaah haji asal Malinau. Kita bisa mandiri berkat manasik yang diberikan, sehingga tidak bergantung pada kloter atau pimpinan kloter," ujarnya.

Salah satu pengalaman paling menakjubkan ialah saat melakukan perjalanan dari Muzdalifah ke Mina. Akibat keterbatasan kendaraan, para jemaah harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 7 kilometer. Bahkan, sempat tersesat karena informasi yang tidak akurat.

"Memang itulah kuasa Allah. Mungkin ujian bagi kami. Demi Allah, kalau bertemu seorang pejabat saja susah, apalagi bertemu Allah. Dari situ kami sudah merasa cukup," tutur Joko dengan penuh haru.

Perjalanan haji Joko yang juga menjadi kepala regu tidak lepas dari cobaan fisik. Setelah pulang dari Mina, ia mengalami demam dan sakit selama hampir seminggu. Namun, ia tetap bersyukur dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah dengan baik.

Perjalanan panjang menuju Tanah Suci juga penuh perjuangan. Joko yang berasal dari Malinau Hilir menunggu selama 11 tahun, sejak 2014 hingga akhirnya berangkat pada tahun ini. Waktu tunggu tersebut turut dipengaruhi oleh pandemi Covid-19.

Ia juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Malinau yang telah memberikan banyak dukungan bagi para jemaah.

"Bantuan dari Pemkab Malinau sangat luar biasa. Bahkan dari Malinau sampai embarkasi dijamin. Kami dijemput, diinapkan di Tarakan, bahkan barang-barang berat seperti koper pun dibantu pemerintah. Kabupaten lain sampai iri dengan kami," ucapnya.

Joko yang memimpin rombongan lansia, mengaku bangga karena seluruh anggotanya, termasuk jemaah tertua yang berusia hampir 70 tahun, kembali dalam keadaan sehat. "Alhamdulillah, semua sehat. Ini tentu atas pertolongan Allah dan juga kesiapan yang matang sebelum berangkat," tutupnya. (*dip)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #Jemaah haji malinau