Sejak pagi hingga siang hari, atraksi barongsai tampak berkeliling kota, menyambangi perkantoran perbankan, rumah tinggal, serta tempat usaha milik warga. Kegiatan tersebut dilakukan oleh tim barongsai dari Paramitha Lion Dance Tanjung Selor.
Selain berkeliling, para pemain juga menampilkan atraksi khas seperti mengambil angpao yang digantung di depan bangunan. Aksi ini menarik perhatian masyarakat, terutama anak-anak, yang antusias menyaksikan pertunjukan dari jarak dekat.
Ketua Lembaga Pelestarian Tradisi Tionghoa Tanjung Selor, Satya Bahari, menjelaskan bahwa barongsai bukan sekadar hiburan, melainkan mengandung makna spiritual bagi masyarakat Tionghoa. Menurutnya, kehadiran barongsai diyakini dapat membersihkan energi negatif sehingga membawa keberkahan bagi pemilik rumah maupun usaha.
Ia menambahkan, tradisi ini biasanya digelar beberapa hari setelah puncak perayaan Imlek.
Sementara itu, Ketua Lapangan Paramitha Lion Dance, Donny Irawan, mengatakan bahwa timnya menjadwalkan pertunjukan keliling selama tiga hari berturut-turut.
Ia menegaskan, atraksi barongsai tidak hanya diperuntukkan bagi warga Tionghoa. Masyarakat dari etnis lain pun dapat mengundang barongsai untuk tampil di rumah atau tempat usaha mereka, dengan terlebih dahulu melakukan koordinasi. "Puluhan rumah dan usaha sudah kami sambangi Sejak 20 Februari lalu, hari ini terakhir," ungkapnya.
Sebelumnya, Satya Bahari menyampaikan selain barongsai keliling, masih dalam rangka Imlek warga Tionghoa di ibu kota Provinsi Kaltara ini juga rutin menggelar karnaval mobil hias atau lampion. "Karena tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadan, karnaval yang biasanya digelar di malam Cap Go Meh ditiadakan," ujarmya. (ana/lim)
Editor : Azward Halim