Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Smelter Aluminium KIHI Bulungan Diproyeksikan Operasi 2026, SDM Lokal Disiapkan

Fijai RT • Jumat, 20 Februari 2026 | 18:10 WIB

Bupati Bulungan, Syarwani.
Bupati Bulungan, Syarwani.
TANJUNG SELOR - Proyek smelter aluminium di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan diproyeksikan mulai beroperasi pada 2026.

Bupati Bulungan, Syarwani menegaskan, peresmian produksi smelter aluminium merupakan kewenangan pusat. “Untuk peresmian produksi smelter aluminium domainnya ada di pusat,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Jumat (20/2).

Ia menyebutkan, Pemda Bulungan pada prinsipnya siap menjalankan arahan lanjutan sesuai kebutuhan sebelum operasional smelter dimulai. “Kita pada prinsipnya mengikuti arahan lebih lanjut dari pusat,” ungkapnya.

Syarwani menjelaskan, setelah peresmian dilakukan, koordinasi teknis akan dilanjutkan oleh pengelola kawasan industri. “Selanjutnya tinggal pengelola kawasan yang berkoordinasi lebih lanjut,” bebernya.

Ia menambahkan, Pemda Bulungan fokus pada hal-hal yang menjadi kewenangan daerah, khususnya memastikan kesiapan SDM lokal. “Apa yang menjadi tugas kabupaten sebelum diresmikan, itu yang kita siapkan,” tegasnya.

Syarwani memaparkan, produksi smelter aluminium KIHI akan dilakukan bertahap hingga mencapai kapasitas besar. “Tahap pertama 500 ribu ton, tahap kedua 500 ribu ton lagi, dan tahap ketiga hingga mencapai 1,5 juta ton kapasitas produksi,” katanya.

Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja akan meningkat seiring bertambahnya kapasitas produksi smelter. “Diproyeksikan menyerap hingga 60 ribu sampai 100 ribu tenaga kerja sambil berjalan,” ujarnya.

Ia menilai, peluang kerja besar tersebut harus diimbangi dengan peningkatan keterampilan masyarakat Bulungan. Sehingga skill yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan di kawasan. Salah satu langkah konkret yang sudah berjalan adalah program pendidikan vokasi Bahasa Mandarin. "Sepenuhnya dibiayai oleh pengelola kawasan,” katanya.

Selain pelatihan, Pemda Bulungan mulai melakukan koordinasi terkait sertifikasi tenaga kerja yang menjadi syarat masuk kerja di sektor tertentu. “Terkait sertifikasi pekerja, Pemda Bulungan sudah melakukan koordinasi,” ujarnya.

Ia mencontohkan, bidang pengamanan atau security menjadi salah satu yang memerlukan sertifikasi resmi. “Untuk bisa mendapatkan sertifikasi tentu harus ada kerja sama dengan kepolisian,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Pemda Bulungan hanya berperan sebagai penghubung agar koordinasi antar instansi berjalan efektif. “Tugas kita hanya sebatas mengoordinasikan,” katanya.

Syarwani berharap, kesiapan SDM lokal dapat memastikan masyarakat Bulungan menjadi bagian utama dalam ekosistem industri KIHI. “Yang kita siapkan adalah agar tenaga kerja lokal punya daya saing,” ujarnya.

Ia juga menekankan, investasi industri besar harus memberikan dampak nyata bagi daerah, terutama melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kualitas SDM. “Ini peluang besar yang harus disambut dengan kesiapan,” jelasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim