Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Pol Rudi Hartono mengatakan, tren peningkatan kasus narkoba terjadi mulai 2020-2022 dan jalur darat menjadi pintu masuk peredaran narkoba di Kaltara. “Peredaran narkoba lewat jalur darat ini masuk urutan kedua secara nasional,” kata Rudi kepada Radar Kaltara, Rabu (14/6).
Untuk itu, BNNP Kaltara akan terus melakukan langkah antisipasi terhadap peredaran narkoba di daerah. Salah satunya, dengan memberikan edukasi kepada masyarakat. “Kita akan terus berupaya untuk meminimalisir peredaran narkoba di wilayah Kaltara,” ungkapnya.
Di Kaltara, sambung Rudi, ada 20 titik rawan narkoba, khususnya di wilayah perbatasan. “Penangkapan itu langkah terakhir. Sekarang ini kita berupaya untuk melakukan pencegahan,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kaltara, Hermawan menambahkan, pihaknya mendapat tugas untuk melakukan pencegahan dini penyebaran narkoba di daerah. “Kita hanya bisa menghimpun informasi saja. Selanjutnya, ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum,”jelasnya.
Saat ini, kata Hermawan, sudah ada dibentuk tim terpadu. Semua organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kaltara terlibat. “Jadi, setiap organisasi perangkat daerah membuat rencana aksi sesuai tupoksi (tugas pokok dan fungsi) untuk meminimalisir peredaran narkoba di Kaltara,” ungkapnya.
Salah satunya, membuat instansi penerima wajib lapor (IPWL). Ini bagian dari upaya pemerintah untuk meminimalisir peredaran narkoba di daerah. “Jadi, kita akan terus bersinergi untuk memerangi peredaran narkoba di wilayah Kaltara,” ujarnya.
Terpisah, Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bulungan, Ingkong Ala mengatakan, saat ini kasus penyalahgunaan narkoba di Bulungan terus meningkat. Untuk itu, ia mengajak kepada seluruh komponen masyarakat agar jangan malu untuk melapor ke aparat setempat keluarga, teman maupun tetangga yang terjerumus narkoba. “Mencegah lebih baik daripada memberikan penyembuhan terhadap penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga mengajak kepada seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga generasi muda dari ancaman dan bahaya narkoba. “Kalau kita tidak perduli dengan generasi mendatang maka bisa dipastikan Bulungan di masa depan akan dirusak oleh narkoba,” tegasnya.
Apalagi, kasus penyalahgunaan narkoba di Bulungan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dengan modus yang bervariatif. “Penyalahgunaan narkoba ini mulai dari remaja hingga pejabat pemerintah dan aparat hukum,” pungkasnya. (jai/eza) Editor : Azwar Halim