
TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kelurahan Tanjung Selor Hulu dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-236 Tanjung Selor dan HUT ke-66 Bulungan. Ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga, menjamin ketersediaan bahan pokok, serta membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau melalui subsidi sebesar 20 persen.
Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, GPM merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk mengendalikan harga dan mengantisipasi kelangkaan bahan pokok di pasaran. “Kita pastikan harga yang dijual lebih terjangkau karena ada subsidi sebesar 20 persen dari harga distributor. Selain menjaga ketersediaan stok, gerakan pangan murah ini juga menjadi upaya untuk menjaga stabilitas harga. Jangan sampai terjadi kelangkaan di pasar,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Rabu (21/10).
Menurut dia, pelaksanaan kegiatan tersebut juga melibatkan Perum Bulog Cabang Bulungan sebagai bentuk kolaborasi dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Syarwani menegaskan, Pemda Bulungan tidak hanya berupaya menjaga pasokan melalui operasi pasar, tetapi juga mendorong peningkatan produksi pangan dari daerah sendiri.
“Kita juga berkolaborasi bersama Perum Bulog Cabang Bulungan. Di sisi lain, kita mendorong agar kebutuhan sembako bisa diproduksi secara lokal,” ujarnya.
Syarwani menjelaskan, peningkatan produktivitas pertanian menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat ketersediaan pangan di Bulungan. Namun, kondisi cuaca yang ekstrem turut menjadi tantangan bagi petani, terutama dalam produksi gabah. “Kita memahami cuaca di Bulungan cukup ekstrem dan tentu berdampak terhadap hasil gabah petani. Karena itu, Gerakan Pangan Murah ini menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas dijual dengan harga terjangkau. Beras kemasan lima kilogram dibanderol Rp 65.600, minyak goreng Rp 16.800, telur ayam Rp 44.800 per piring, bawang merah Rp 32.000, bawang putih Rp 32.000, dan gula pasir Rp 16.000.
"Saya berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjaga kestabilan harga bahan pokok di pasaran," harapnya.
Sementara itu, Kepala Pimpinan Perum Bulog Cabang Bulungan, Oktavianur mengaku terus berupaya memastikan ketersediaan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam empat hingga lima bulan ke depan. Saat ini, sebanyak 1.100 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih dalam perjalanan menuju Bulungan.
“Untuk memenuhi kebutuhan empat sampai lima bulan, saat ini ada 1.100 ton beras SPHP dalam perjalanan. Jika seluruhnya sudah masuk, stok beras kita sekitar 2.000 ton,” ungkap Oktavianur.
Selain beras, Bulog juga memantau ketersediaan minyak goreng Minyakita. Oktavianur menyebutkan, stok yang tersedia saat ini sekitar 500 dus. Pihaknya terus berkoordinasi untuk memperoleh tambahan pasokan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. “Untuk Minyakita, saat ini masih ada sekitar 500 dus. Kami terus berkoordinasi untuk penambahan suplai Minyakita,” pungkasnya. (jai)



