
TANJUNG SELOR – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Bulungan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bulungan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kaltara memperkuat kolaborasi dalam pemberdayaan keluarga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Pemkab Bulungan dalam rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54, Rabu (12/8).
Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat membutuhkan kolaborasi lintas lembaga. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan. “Pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Kita membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk PKK, Baznas dan Kementerian Agama,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Kamis (13/8).
Menurut dia, PKK memiliki peran strategis karena kadernya bersentuhan langsung dengan masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan. Kondisi tersebut dinilai dapat memperkuat penyampaian program sekaligus memastikan kebutuhan keluarga menjadi perhatian.
“Saya meminta kader PKK tidak hanya aktif menjalankan kegiatan organisasi, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui berbagai program pembinaan keluarga,” ungkapnya.
Syarwani menilai pemberdayaan keluarga harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya menyangkut ekonomi, tetapi juga kesehatan, pendidikan, mental dan spiritual. “Ketahanan keluarga bukan hanya persoalan ekonomi. Ada kesehatan, pendidikan, mental dan spiritual. Karena itu, pembinaan keluarga harus kita lakukan secara menyeluruh dan melibatkan banyak pihak,” tegasnya.
Karena itu, kerja sama empat pihak tersebut diharapkan mampu menghasilkan program yang lebih terarah dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Syarwani menekankan agar kesepakatan yang telah ditandatangani tidak berhenti sebagai dokumen.
“MoU ini harus kita maknai sebagai komitmen bersama untuk bekerja lebih terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Jangan sampai hanya menjadi dokumen,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Bulungan, Sri Nurhandayani mengatakan, HKG ke-54 menjadi momentum memperkuat kembali komitmen kader dalam menjalankan pembinaan keluarga.
“HKG ini bukan hanya kegiatan seremonial. Ini menjadi momentum bagi kami untuk memperkuat kembali komitmen seluruh kader dalam menjalankan tugas pembinaan keluarga dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” kata Sri.
Dia menyebut keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, program PKK akan terus diarahkan agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“Kader PKK harus semakin dekat dengan masyarakat. Kami ingin program-program yang dilaksanakan benar-benar hadir menjawab kebutuhan keluarga, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, ekonomi maupun pembinaan karakter,” ujarnya.
Sri menyambut baik sinergi dengan Pemkab Bulungan, Baznas dan Kemenag. Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat memperluas jangkauan program pemberdayaan keluarga sekaligus membuka peluang pelaksanaan program bersama.
“PKK tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi agar program pembinaan keluarga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dilakukan secara lebih luas,” jelasnya.
Dia berharap MoU tersebut segera ditindaklanjuti dengan program konkret dan terukur, terutama bagi keluarga yang membutuhkan dukungan. “Yang paling penting adalah tindak lanjutnya. Setelah MoU ini, kita berharap ada program bersama yang terukur dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. (jai)



