Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Jangan Lakukan Hal Ini saat Liburan di Chongqing, Kalau Nggak Mau Nyasar

Radar Tarakan • Rabu, 19 Maret 2025 | 16:06 WIB
BEKAS PUSAT PORSELIN: Ceqikou, salah satu pusat belanja tradisional terlengkap di Chongqing. FOTO: NUR RAHMAN/RADAR TARAKAN
BEKAS PUSAT PORSELIN: Ceqikou, salah satu pusat belanja tradisional terlengkap di Chongqing. FOTO: NUR RAHMAN/RADAR TARAKAN

Catatan Perjalanan Kaltim Post Group ke Negeri Tirai Bambu (5-Habis)

Chongqing sempat viral di media sosial karena struktur kotanya yang penuh kejutan. Keluar dari gedung di lantai satu, ternyata jalanannya berada di lantai lima.

Penampakan kereta menerobos gedung di Liziba Station.
Penampakan kereta menerobos gedung di Liziba Station.

NUR RAHMAN, Beijing

LAGI-LAGI, hujan deras menemani perjalanan kami pada hari kedua di Chongqing, Sabtu (15/2). Ada lima titik dalam agenda kami. Tapi yang paling membuat saya penasaran adalah Stasiun Liziba, yang merupakan tujuan pertama kami.

Liziba Station adalah salah satu titik jalur kereta yang menerobos gedung apartemen warga. Saat ini, area gedung tersebut tampaknya menjadi salah satu titik transit juga.

“Ternyata ada dua jalur dengan arah berlawanan ya. Kayaknya di gedung itu juga ada yang naik dan turun, karena keretanya berhenti sebentar di situ,” kata Nugroho Pandu, redaktur Kaltim Post yang turut dalam rombongan.

Liziba Station adalah satu dari ribuan upaya Chongqing “melawan takdirnya” sebagai kota yang dikelilingi pegunungan. Alih-alih memangkas lahan agar menjadi datar, mereka justru memutar otak agar bangunan dan infarstruktur yang dibangun dapat mengikuti kondisi alam asli kota ini.

“Chongqing dulunya adalah safe zone pada zaman perang. Makanya selain bangunan yang bersusun-susun, banyak terowongan di sini. Sebagian adalah buatan Jepang, dan masih dibuka dan dilalui untuk umum,” kata Miss Pu, local guide kami.

Sejak sehari sebelumnya, kami memang selalu menemukan kejutan di sudut-sudut kota Chongqing. Bangunan satu dengan yang lain terhubung, padahal berfondasi di level lantai yang berbeda.

“Di Chongqing, jangan sekali-sekali coba mencari jalan tembus atau jalan pintas. Lewat mana kalian pergi, lewat situ juga kembalinya,” kata Miss Pu, dalam bahasa Inggris.

Dan benar yang dikatakannya. Saya bersama dua rekan sempat tersesat saat di Ciqikou. Setelah salah satu rekan saya, Nugroho Pandu, coba mencari jalan pintas ke titik kumpul, setelah kurang lebih 30 menit kami menjelajah di kawasan yang dulunya pusat porselin ini.

“Sepertinya tadi diingatkan oleh Miss Pu, kalau mau kembali, pilih lagi jalur perginya,” kata Indra Hadi.

Rute potong tadinya kami coba setelah mendapat shareloc via google maps dari salah satu peserta di titik kumpul. Bukannya kembali, rute digital itu malah mengarahkan kami ke lokasi yang makin asing, karena bangunan dan jalan yang bersusun-susun.
Ciqikou sendiri saat ini sudah menjadi pusat kuliner dan oleh-oleh. Dari cemilan, makanan berat, suvenir, hingga pakaian, dijajakan di kawasan ini.

Sebenarnya tak jauh dari lokasi utama, dibangun semacam pusat perbelanjaan modern atau mal, yang lebih dekat dengan jalan utama. Namun sepi pengunjung dan banyak tenant yang tutup.

“Sepertinya memang orang ke sini cari vibes tradisionalnya,” kata Dimas Satriya, direktur Samarinda Pos.

Tiga destinasi lain yang kami sambangi hari itu adalah taman kota di kawasan People’s Great Hall, Hongyadong, dan Jiafengbei. Seluruhnya merupakan pusat keramaian, dengan visual desain bangunan sebagai value utamanya.

Bagi pembaca yang tertarik mengunjungi Chongqing, Radar Tarakan memberikan beberapa tips untuk mengeksplorasi kota ini:

- Optimalkan transportasi publik, bisa dengan menginstal aplikasi Alipay untuk pemesanannya

- Hindari inisiatif mencari jalan tembus sendiri, karena aplikasi navigasi seperti Google Maps nyaris tak efektif sama sekali di sini

- Jika berkunjung selain di musim panas, selalu sedia payung

- Untuk visual terbaik, keluarlah pada sore hingga malam hari

- Selain Alipay, tetap siapkan uang tunai karena semua merchant masih menerima cash

- Pusat oleh-oleh utama di Ceqikou adalah yang terlengkap dan termurah selama kami di Tiongkok

Editor : Azwar Halim
#Chongqing #wisata #beijing #perjalanan #Catatan