Kebakaran Siang Bolong, Dua Rumah di Tarakan Ludes Dilalap Api

Zakaria RT • Dipublikasikan Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:28 WIB
BERKOBAR : Petugas pemadam kebakaran dan warga berupaya menjinakkan si jago merah yang melahap rumah warga, Kamis (29/10). ISTIMEWA
BERKOBAR : Petugas pemadam kebakaran dan warga berupaya menjinakkan si jago merah yang melahap rumah warga, Kamis (29/10). ISTIMEWA

TARAKAN – Kebakaran menghanguskan dua rumah warga di Gang Kenanga, RT 31, Kelurahan Sebengkok, Kecamatan Tarakan Tengah Tarakan, Kamis (29/10) siang. Api dengan cepat menjalar karena kedua bangunan berada di kawasan permukiman lama dengan konstruksi rumah yang saling berdempetan. 

Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kejadian tersebut. Meski tidak ada korban langsung akibat kebakaran, tiga warga dari rumah di sekitar lokasi terdampak dan harus dievakuasi.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Tarakan, Sofyan mengatakan, laporan kebakaran diterima pada pukul 12.27 WITA. Petugas langsung bergerak menuju lokasi dan tiba dalam waktu sekitar lima hingga tujuh menit setelah menerima informasi.

"Setibanya di lokasi, personel langsung menyiapkan peralatan dan melakukan pemadaman. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan penanganan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala," ujarnya.

“Yang jelas kejadiannya itu 12.27 WITA. Kita sampai di lokasi ini kurang lebih 5 sampai 7 menit. Langsung melakukan proses persiapan dan langsung melakukan pemadaman dan pendinginan,” ujar Sofyan.

Ia menjelaskan, proses pemadaman berlangsung hampir satu jam. Penanganan tidak hanya difokuskan untuk memadamkan api pada bangunan yang terbakar, tetapi juga mencegah api menjalar ke rumah lain di sekitarnya.

Dikatakannya, dalam pemadaman sejumlah unsur turut terlibat, mulai dari PMK, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI-Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), hingga instansi terkait lainnya. Koordinasi dilakukan untuk mendukung proses pemadaman dan penanganan warga yang terdampak.

"Api menghanguskan dua rumah. Untuk penyebabnya kami belum dapat menyimpulkan," terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan PMK Kota Tarakan, Eko Supriyatnoko menjelaskan, pihaknya mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran. Dua unit berasal dari Sektor Barat sebagai tim pertama yang bergerak, sedangkan tiga unit lainnya diberangkatkan dari Markas Komando (Mako).

“Dari PMK kita ada lima unit. Dua unit dari Sektor Barat pemukul pertama, kemudian ada tiga unit dari Mako,” jelasnya.

Dikatakan Eko, dua rumah yang terbakar masing-masing merupakan milik Syaiful dan Hj. Fatma. Salah satu rumah diketahui sudah tidak dihuni karena pemiliknya telah pindah ke kawasan Mamburungan sekitar sepekan sebelum kejadian.

Kondisi rumah yang telah kosong tersebut membuat tidak ada penghuni yang berada di dalam bangunan itu saat kebakaran terjadi. Namun, rumah di sebelahnya masih ditempati warga sehingga mereka harus segera dievakuasi ketika api mulai menjalar.

"Kondisi bangunan yang saling berdempetan menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat merambat. Rumah-rumah di kawasan tersebut merupakan bangunan lama dengan konstruksi kopel atau saling terhubung pada bagian tertentu. Rumah masih perumahan lama, jadi dia kakinya nyambung di satu. Jadi api berjalan cepat, cepat sekali menyambar,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat petugas harus bergerak cepat agar kebakaran tidak meluas ke bangunan lain. Selain memadamkan api pada dua rumah yang terbakar, petugas juga berupaya membatasi penjalaran api menuju rumah di sebelahnya. Dijelaskannya, upaya tersebut berhasil dilakukan karena terdapat tembok yang cukup tinggi di antara bangunan. Tembok tersebut membantu menghambat perambatan api sehingga rumah lainnya dapat terhindar dari kebakaran.

“Kita tadi berhasil ngeblok rumah sebelah, alhamdulillah cukup tinggi temboknya sehingga api tidak merambat ke sana. Cuma ada dua rumah yang habis terbakar,” katanya.

Lanjutnya, setelah proses pemadaman selesai, petugas melanjutkan pendinginan untuk memastikan kondisi di lokasi benar-benar aman. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api dari material bangunan yang terbakar. Eko menyebutkan, tidak ada korban langsung akibat kejadian tersebut. Namun, terdapat tiga warga yang rumahnya berada di sebelah bangunan terbakar dan terdampak peristiwa itu.

"Penanganan terhadap warga terdampak dilakukan agar mereka dapat meninggalkan lokasi yang berisiko selama proses pemadaman berlangsung. Korban langsungnya tidak ada, cuma korban terdampak yang bertempat tinggal di rumah sebelah itu ada tiga jiwa,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua RT 14, Tanwir mengatakan, dirinya baru mengetahui kebakaran setelah menerima telepon dari warga sekitar pukul 13.00 WITA. Saat menerima informasi tersebut, ia sedang berada di sekolah dan kemudian bergegas menuju lokasi kejadian.

“Pas tadi sudah terbakar, baru saya tahu ditelepon sama warga sekitar jam satuan. Ditelepon, ‘Pak RT, di tempat kita kebakaran,’ katanya. Jadi saya di sekolah, nah baru saya ke situ,” tuturnya.

Tanwir mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran. Ia mengatakan, ketika menerima informasi dari warga, api sudah telanjur membakar bangunan sehingga dirinya tidak mengetahui bagaimana kebakaran pertama kali terjadi.

Informasi yang beredar di tengah warga mengenai dugaan kebakaran akibat gas juga belum dapat dipastikan. Tanwir menegaskan, dirinya belum memperoleh keterangan yang memastikan sumber api. “Belum tahu saya pastinya, biasanya kalau kebakaran arus pendek listrik. Cuma kami juga belum memastikan,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan kebakaran