Disdik Tarakan Pertimbangkan Pengembangan Bangunan Sekolah Secara Vertikal, Ini Alasannya

Zakaria RT • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 20:55 WIB
Kepala Disdik Tarakan, Tamrin Toha. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kepala Disdik Tarakan, Tamrin Toha. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Kebutuhan sarana pendidikan di Kota Tarakan terus berkembang, sementara ketersediaan lahan di sejumlah sekolah semakin terbatas. Kondisi tersebut membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan mulai mempertimbangkan pola pembangunan yang tidak lagi mengandalkan perluasan bangunan secara horizontal.

Kepala Disdik Tarakan, Tamrin Toha mengatakan, salah satu opsi yang dapat dikaji adalah pengembangan bangunan sekolah secara vertikal. Namun, langkah tersebut tidak bisa dilakukan secara langsung karena harus menyesuaikan dengan kondisi bangunan yang sudah ada.

"Jika bangunan lama tidak mampu menopang pengembangan secara vertikal, pekerjaan yang diperlukan bisa lebih besar. Bahkan, dalam kondisi tertentu, bangunan lama harus dibongkar sebelum pembangunan baru dilakukan," ujarnya, Jumat (25/9).

Pengembangan fasilitas pendidikan tersebut juga membutuhkan perencanaan jangka panjang. Disdik tidak hanya menghitung kebutuhan ruang kelas saat ini, tetapi juga memperhitungkan perkembangan jumlah peserta didik, kondisi lahan, keamanan struktur dan kebutuhan sekolah ke depan.

“Yang paling penting jangan sampai kita membangun hanya karena mengejar tambahan ruangan, tetapi kemudian tidak sesuai dengan kondisi lahannya. Semua harus dihitung, termasuk struktur dan kebutuhan sekolah ke depan,” jelasnya.

Pelaksanaan revitalisasi tahun ini juga mendapat pengawasan dari sejumlah pihak. Selain pemantauan oleh Disdik, pengawasan turut melibatkan kejaksaan dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sesuai fungsi masing-masing.

“Pengawasan tetap ada. Dari dinas kita melakukan pemantauan, kemudian ada kejaksaan dan BPK yang juga memiliki fungsi pengawasan. Jadi pelaksanaan pekerjaan harus sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku,” tuturnya.

Meski hampir 40 sekolah mendapat revitalisasi sepanjang 2026, kebutuhan penanganan sarana pendidikan masih ditemukan di sejumlah satuan pendidikan lainnya. Disdik Tarakan selanjutnya akan melakukan pemetaan untuk menentukan sekolah yang perlu diusulkan dalam program tahun berikutnya.

Tamrin mengatakan, usulan revitalisasi 2027 akan mempertimbangkan tingkat kerusakan, kondisi bangunan, ketersediaan lahan serta kebutuhan fasilitas di masing-masing sekolah. “Untuk tahun 2027, kita akan mengusulkan lagi sekolah-sekolah yang memang membutuhkan penanganan. Harapannya program revitalisasi bisa menjangkau lebih banyak sekolah yang kondisinya memang perlu diperbaiki,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan pembangunan sekolah sekolah pendidikan