TARAKAN - Perkembangan kebutuhan keahlian di Kalimantan Utara (Kaltara) terus mendorong Universitas Borneo Tarakan (UBT) melakukan penyesuaian terhadap arah pengembangan akademiknya.
Selain memperkuat program studi yang sudah berjalan, kampus negeri di Tarakan itu juga mulai membuka peluang pengembangan bidang keilmuan baru yang dinilai memiliki keterkaitan dengan kebutuhan daerah.
Sehingga, UBT mulai menyiapkan ekspansi program studi di tengah kebutuhan tenaga terdidik yang terus berkembang di Kaltara. Sejumlah usulan program studi baru telah diajukan dan kini masih menunggu proses verifikasi.
Saat dikonfirmasi, Rektor UBT Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein mengatakan, kampus saat ini mengusulkan beberapa program studi yang dinilai memiliki keterkaitan dengan kebutuhan daerah. Di antaranya S1 Lingkungan, S2 Teknik Sipil dan S2 Manajemen. Pengajuan dilakukan melalui sistem dan masih harus melewati tahapan evaluasi sebelum mendapatkan persetujuan pembukaan.
“Yang diajukan dalam waktu dekat adalah prodi lingkungan, S1 Lingkungan, kemudian S2 Teknik Sipil, dan beberapa lagi S2 Manajemen,” ujarnya, Kamis (24/9).
Menurut Yahya, proses tersebut masih berjalan sehingga UBT belum dapat memastikan kapan program studi baru bisa mulai dibuka. Kampus masih menunggu hasil verifikasi terhadap dokumen dan persyaratan yang telah diajukan. Lanjutnya, jika terdapat persyaratan yang dinilai belum lengkap, UBT akan melakukan perbaikan sebelum pengajuan dilanjutkan ke tahapan berikutnya.
"Pertimbangan kebutuhan daerah menjadi salah satu dasar utama dalam mengusulkan program studi baru. UBT tidak ingin pembukaan prodi hanya berorientasi pada penambahan jumlah mahasiswa. Ke depan, kita juga melihat karena prodi ini kan juga harus melihat kebutuhan, khususnya kebutuhan daerah Kaltara," ujarnya.
Yahya mengatakan, keberadaan prodi baru harus memiliki manfaat yang lebih luas. Lulusan yang dihasilkan diharapkan dapat mengisi kebutuhan tenaga profesional sekaligus berkontribusi terhadap persoalan pembangunan di Kaltara.
“Pembukaan prodi ini tidak hanya semata-mata untuk merekrut mahasiswa, tetapi bagaimana itu nanti bisa berjalan dan bisa berdampak untuk masyarakat,” katanya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT