TARAKAN – Pertumbuhan permukiman di kawasan Tarakan Utara, khususnya Juata Laut, mulai ikut mendorong peningkatan kebutuhan air masyarakat. Bertambahnya hunian hingga aktivitas ekonomi membuat kebutuhan pelayanan dasar di kawasan tersebut tidak lagi sama seperti sebelumnya.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V Tanjung Selor, Mustafa, S.ST., M.T., mengatakan, perkembangan kawasan permukiman menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam melihat kebutuhan air di Kota Tarakan.
“Paling banyak memang Tarakan Utara. Perumahan di sana terus berkembang, kemudian aktivitas industri juga ada. Tarakan ini daerah transit, jadi pertumbuhan penduduknya memang ikut mempengaruhi kebutuhan air,” ujar Mustafa.
Menurut Mustafa, kebutuhan air akan terus bergerak mengikuti perkembangan suatu wilayah. Penambahan jumlah penduduk, pembangunan perumahan baru hingga tumbuhnya aktivitas usaha secara langsung ikut membentuk kebutuhan pelayanan dasar masyarakat.
Kondisi tersebut terlihat di sejumlah kawasan Tarakan Utara yang dalam beberapa tahun terakhir mulai mengalami perkembangan permukiman. Salah satunya Juata Laut yang kini tidak hanya menjadi kawasan tempat tinggal, tetapi juga berkembang seiring meningkatnya aktivitas masyarakat.
“Kalau kita lihat perkembangan Tarakan, daerah yang tadinya belum terlalu banyak rumah sekarang mulai tumbuh. Juata Laut salah satunya. Jadi kebutuhan masyarakat di sana juga berubah mengikuti perkembangan kawasan,” jelasnya.
Ia menegaskan, perkembangan permukiman harus diikuti dengan perencanaan infrastruktur yang menyesuaikan kebutuhan masing-masing kawasan. Sebab, pertumbuhan wilayah tidak selalu berlangsung dengan pola yang sama.
“Ada yang tumbuh karena perumahan, ada juga karena kegiatan usaha. Itu semua nanti berpengaruh terhadap kebutuhan air, sehingga perencanaannya memang harus melihat perkembangan wilayah,” katanya.
Selain pertumbuhan permukiman, karakter Tarakan sebagai daerah transit juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi dinamika kebutuhan dasar masyarakat. Mobilitas penduduk dan perkembangan kawasan tempat tinggal membuat kebutuhan layanan publik ikut mengalami perubahan.
“Tarakan ini kan daerah transit. Orang datang, ada yang menetap, kemudian kawasan tempat tinggal juga berkembang. Jadi kebutuhan dasarnya ikut bergerak. Air salah satu yang harus mengikuti perkembangan itu,” tuturnya.
Mustafa menyebut, perkembangan Tarakan Utara menjadi salah satu gambaran bahwa kebutuhan air perlu terus diperhitungkan dalam perencanaan pembangunan kota. Pertumbuhan kawasan dan aktivitas masyarakat akan menjadi bagian dari dinamika yang mempengaruhi kebutuhan pelayanan air pada masa mendatang.
“Perkembangan wilayah itu pasti jalan terus. Jadi kebutuhan air juga tidak bisa kita anggap sama dari tahun ke tahun. Setiap ada perkembangan kawasan, kebutuhan masyarakatnya ikut kita lihat,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT