Kabut Asap Selimuti Kota Tarakan, Jarak Pandang Hanya 2 Km

Zakaria RT • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 17:19 WIB
ILUSTRASI GENERATE AI
ILUSTRASI GENERATE AI

TARAKAN - Kondisi udara di Kota Tarakan kembali berubah dalam beberapa hari terakhir. Kabut asap mulai terlihat menyelimuti sejumlah wilayah kota dan membuat jarak pandang mengalami penurunan cukup tajam.

Situasi tersebut menjadi perhatian karena penurunan jarak pandang terjadi meski tidak ditemukan titik panas di wilayah Tarakan. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan, asap yang berada di wilayah kota diduga berkaitan dengan pergerakan asap dari sejumlah wilayah lain di Kalimantan.

Saat dikonfirmasi, Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi mengatakan, hingga pukul 09.00 Wita, terpantau 28 titik panas di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara). Sebagian besar berada di wilayah Tanjung Selor, sementara satu titik lainnya terpantau di Berau. Sedangkan Tarakan tidak terdeteksi titik panas.

“Di Kalimantan Utara hingga pukul 09.00 Wita terdeteksi 28 titik panas. Mayoritas berada di Kelurahan Tanjung Selor Timur, Berau satu titik, sedangkan Tarakan tidak ada hotspot,” ujarnya, Selasa (15/9).

Meski Tarakan tidak memiliki titik panas, kondisi tersebut bukan berarti wilayah kota terbebas dari dampak asap. Pergerakan massa udara membuat asap dari wilayah lain dapat terbawa masuk dan memengaruhi kondisi atmosfer di Tarakan.

Dikatakannya, dampaknya masih terlihat pada jarak pandang. Sehari sebelumnya, jarak pandang di Tarakan masih berada pada kisaran 7 hingga 8 kilometer. Namun, pada Selasa pagi, jarak pandang turun drastis hingga sekitar 2 kilometer.

"Penurunan ini menunjukkan kondisi atmosfer di Tarakan kembali berkabut. Selain mengganggu pandangan, kondisi ini juga perlu menjadi perhatian masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan maupun pengguna kendaraan yang melintas di jalan," bebernya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
karhutla tarakan kabut asap