TARAKAN - Ketidaksesuaian data kependudukan masih kerap ditemukan ketika masyarakat hendak mengurus berbagai keperluan administrasi. Kondisi tersebut salah satunya terjadi karena warga belum segera memperbarui data setelah mengalami perubahan status.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan, Hery Purwono mengatakan, pembaruan data seharusnya dilakukan segera setelah terjadi perubahan kondisi kependudukan.
“Ini memang masih menjadi pekerjaan rumah kami. Masyarakat perlu terus memperbarui datanya ketika ada perubahan. Kadang-kadang kalau belum ada kebutuhan, mereka tidak melakukan perubahan data,” ujarnya, Senin (14/9).
Menurutnya, masyarakat terkadang baru menyadari adanya data yang tidak lagi sesuai ketika hendak menggunakan dokumen kependudukan untuk kebutuhan tertentu. Salah satu yang cukup sering ditemukan berkaitan dengan status pendidikan.
Hery mencontohkan warga yang sudah menyelesaikan pendidikan, tetapi dalam data kependudukan masih tercatat sebagai pelajar. Ketidaksesuaian tersebut baru diketahui ketika warga bersangkutan hendak melamar pekerjaan.
“Misalnya statusnya masih pelajar, padahal sudah selesai sekolah. Ketika mau melamar kerja, baru dia sadar status pelajar itu tidak sesuai lagi. Akhirnya baru mengajukan perubahan data menjadi belum bekerja,” katanya.
Pengajuan perubahan status seperti itu, lanjut Hery, masih cukup sering dilakukan. Hal tersebut menunjukkan masyarakat belum menjadikan pembaruan data sebagai sesuatu yang dilakukan setiap kali terjadi perubahan kondisi.
Padahal, data kependudukan menjadi salah satu dokumen dasar dalam berbagai kebutuhan administrasi. Karena itu, perubahan status pendidikan maupun kondisi kependudukan lainnya perlu segera dilaporkan agar informasi yang tercatat tetap sesuai.
“Banyak juga masyarakat yang mengajukan perubahan data seperti itu. Ketika statusnya sudah berubah, datanya juga perlu disesuaikan supaya dokumen kependudukan mereka tetap sesuai dengan kondisi sebenarnya,” ucapnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT