Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BMKG Ingatkan Potensi Longsor Saat Hujan Deras

F
Penulis: Fijai RT❯
AWAN HUJAN : Awan menggumpal di atas Tugu Lemlai Suri, Tanjung Selor.
AWAN HUJAN : Awan menggumpal di atas Tugu Lemlai Suri, Tanjung Selor. 

Advertisement

TANJUNG SELOR – Masyarakat Kaltara diminta tidak lengah ketika hujan kembali turun setelah periode kering yang berlangsung cukup panjang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Harapan mengingatkan potensi longsor dan pergerakan tanah, terutama di wilayah lereng, akibat kondisi tanah yang telah lama mengalami kekeringan.

Kepala BMKG Tanjung Harapan, Abdul Haris Zulkarnaen mengatakan, hujan setelah periode kering panjang justru perlu diwaspadai. Sebab, kondisi tanah yang sebelumnya kering dapat meningkatkan kerawanan di sejumlah wilayah. 
“Ketika kita sudah sekian lama mengalami kondisi kering, saat hujan turun masyarakat jangan terlalu euforia. Bukan untuk menakut-nakuti, tetapi tetap harus waspada terhadap longsor dan pergerakan tanah,” kata Haris kepada Radar Kaltara, Minggu (13/9). 

Menurut dia, wilayah dengan kondisi lereng menjadi salah satu lokasi yang perlu mendapat perhatian. Struktur tanah yang mengalami kekeringan dalam waktu cukup lama berpotensi mengalami perubahan ketika menerima guyuran air dalam jumlah besar. 
“Pergerakan tanah di daerah-daerah lereng sangat memungkinkan terjadi karena tanah sudah mengalami kekeringan dalam waktu yang cukup lama,” ungkapnya.

Advertisement

Haris juga mengingatkan karakter hujan yang berpotensi turun setelah periode kering. Hujan dapat berlangsung dengan intensitas tinggi meski durasinya relatif singkat. “Biasanya hujan bisa terjadi dengan intensitas deras dalam waktu yang singkat. Kondisi seperti itu justru yang perlu diwaspadai,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi dampak hujan deras, masyarakat diminta melakukan langkah sederhana sebelum hujan turun. Salah satunya memastikan saluran air di sekitar rumah maupun lingkungan permukiman tidak tersumbat sehingga air dapat mengalir dengan lancar. 
“Selokan dan saluran air perlu dipastikan bersih dan lancar. Itu salah satu langkah yang bisa dilakukan masyarakat selama belum turun hujan,” ungkapnya.

Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan ketika hujan mulai mengguyur, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lereng atau wilayah yang memiliki potensi pergerakan tanah. Masyarakat diminta memperhatikan perubahan kondisi lingkungan dan segera mengambil langkah apabila muncul tanda-tanda pergerakan tanah. 
“Saat hujan turun, masyarakat yang berada di daerah rawan harus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya pergerakan tanah,” tuturnya.

Advertisement

BMKG mengingatkan kewaspadaan tersebut merupakan bagian dari mitigasi menghadapi perubahan kondisi cuaca. Setelah periode kering panjang, masyarakat tidak hanya perlu bersiap menghadapi kekeringan, tetapi juga memahami potensi bencana hidrometeorologi ketika hujan kembali turun. “Yang terpenting adalah tetap waspada. Setelah lama kering, ketika hujan datang dengan intensitas tinggi, kita harus siap menghadapi kemungkinan dampaknya,” pungkasnya. (jai)

Advertisement

Artikel Terkait

Waspada! Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam Bulungan hingga Tana Tidung Sore Ini

Waspada! Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam Bulungan hingga Tana Tidung Sore Ini

Masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan Utara diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi

Kualitas Udara Tanjung Selor Memburuk, PM2.5 Tembus 161,8

Kualitas Udara Tanjung Selor Memburuk, PM2.5 Tembus 161,8

TANJUNG SELOR – Kualitas udara di Tanjung Selor, Bulungan, memburuk pada Senin (5/10). Berdasarkan pemantauan BMKG Tanjung Harapan, konsentr

Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Kaltara Pagi Ini

Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Kaltara Pagi Ini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kalimantan Utara, Ju

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer