TARAKAN - Kondisi kekeringan yang melanda Tarakan tidak hanya menjadi persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan air masyarakat. Situasi tersebut juga menjadi momentum bagi umat untuk kembali melakukan introspeksi diri dan memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tarakan KH. Zainuddin Daililah mengatakan, kondisi tersebut seharusnya menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memperbanyak doa, istighfar, memperbaiki amal, serta meningkatkan ketakwaan.
“Kita jangan hanya melihat kekeringan ini sebagai persoalan tidak turunnya hujan. Ini juga menjadi kesempatan bagi kita untuk bermuhasabah, memperbanyak istighfar dan memperbaiki diri. Hujan adalah nikmat dari Allah SWT yang harus kita syukuri,” jelasnya, Minggu (13/9).
Menurut Zainuddin, manusia memiliki keterbatasan dalam menghadapi berbagai kondisi alam. Karena itu, ikhtiar menghadapi kekeringan tidak cukup hanya dilakukan melalui upaya lahiriah, tetapi juga perlu diiringi dengan ikhtiar spiritual.
Ia mengajak masyarakat untuk memperbanyak doa dan memohon ampun kepada Allah SWT, sembari tetap melakukan berbagai upaya untuk menghadapi dampak kekeringan.
“Kekeringan ini menjadi cobaan bagi kita. Maka yang perlu kita lakukan adalah memperbanyak doa, istighfar dan amal kebaikan. Mudah-mudahan dengan ikhtiar bersama ini Allah SWT memberikan pertolongan dan menurunkan hujan yang membawa keberkahan,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT