Sebelum Pindah, Pastikan Fasilitas Asrama Sekolah Rakyat Tarakan Siap Digunakan

Zakaria RT • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 06:20 WIB
Kepala Sekolah Rakyat 59 Tarakan, Marisa Aulia. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kepala Sekolah RakyatTarakan, Marisa Aulia. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Rencana pemindahan Sekolah Rakyat Tarakan ke lokasi baru di Kelurahan Juata belum dapat dilakukan sepenuhnya. Sejumlah fasilitas masih harus dipastikan siap, terutama asrama yang menjadi kebutuhan utama karena sekolah tersebut menerapkan sistem pendidikan berasrama.

Kepala Sekolah Rakyat Tarakan, Marisa Aulia mengatakan, kesiapan sekolah tidak hanya diukur dari tersedianya ruang belajar. Fasilitas tempat tinggal peserta didik, gedung pendukung, kondisi lingkungan hingga aspek keselamatan juga harus dipastikan sebelum siswa menempati lokasi baru.

“Kesiapan sekolah tidak hanya ditentukan oleh tersedianya ruang kelas. Fasilitas tempat tinggal siswa, gedungj pendukung, lingkungan sekolah dan aspek keselamatan juga harus dipastikan siap sebelum peserta didik menempati lokasi baru,” ungkapnya, Rabu (9/9).

Selain asrama, sedikitnya tujuh gedung fungsional ditargetkan dapat digunakan saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Area sekolah juga harus terbebas dari aktivitas pembangunan yang dapat mengganggu kegiatan peserta didik.

“Fasilitas asrama menjadi bagian penting karena Sekolah Rakyat ini menerapkan konsep boarding school. Jadi bukan hanya ruang kelas yang harus siap, tetapi fasilitas pendukung lainnya juga,” jelasnya.

Sambil menunggu kesiapan lokasi baru, kegiatan belajar siswa yang telah terdaftar tetap berlangsung. Sekolah menerapkan kurikulum multi-entry multi-exit yang memungkinkan peserta didik bergabung meski tidak bersamaan pada awal tahun ajaran.

Marisa menjelaskan, siswa yang masuk belakangan tetap mendapat kesempatan mengikuti pembelajaran. Guru akan memberikan pendampingan agar materi yang belum diperoleh dapat dikejar secara bertahap.

“Dengan pola itu, siswa tidak harus menunggu awal tahun ajaran untuk dapat mengikuti pendidikan. Materi yang belum diperoleh dapat dikejar secara bertahap melalui pendampingan dan penyesuaian pembelajaran,” urainya.

Menurutnya, sistem tersebut sekaligus memberikan ruang bagi sekolah untuk tetap melakukan pemenuhan kuota peserta didik. Penjaringan masih dilakukan, termasuk dengan menyasar calon siswa dari luar Kota Tarakan.

“Kalau ada siswa yang masuk belakangan, tetap bisa mengejar. Guru akan mendampingi supaya hak belajar anak tetap terpenuhi,” kata Marisa.

Pembukaan Sekolah Rakyat di lokasi baru nantinya tetap menunggu kesiapan seluruh fasilitas dan keputusan Kementerian Sosial (Kemensos). Sejumlah pekerjaan masih harus diselesaikan secara bertahap, mulai dari pembangunan hingga kesiapan asrama dan gedung pendukung.

Di tengah proses tersebut, pihak sekolah berharap perluasan penjaringan ke luar Tarakan dapat membantu mengejar kekurangan peserta didik. Kekurangan paling besar saat ini berada pada jenjang SMA.

“Penjaringan masih terus kami lakukan, termasuk ke luar Tarakan. Mudah-mudahan kekurangan siswa terutama untuk SMA bisa segera terpenuhi,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan pendidikan Sekolah Rakyat