Banyak Produk Kaltara Belum Bertemu Pasar yang Tepat, Ini Kata Khofifah

Zakaria RT • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 19:28 WIB
BANGUN KERJASAMA: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat diwawancarai media. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
BANGUN KERJASAMA: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat diwawancarai media. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Banyaknya komoditas potensial di Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai belum sepenuhnya terhubung dengan jaringan perdagangan yang lebih luas. Kondisi tersebut membuat kerja sama antardaerah menjadi penting untuk mempertemukan produk lokal dengan pembeli yang tepat, termasuk membuka peluang menuju pasar nasional hingga internasional.

Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pengalaman pelaksanaan misi dagang di berbagai daerah menunjukkan masih banyak produk lokal yang memiliki permintaan tinggi, tetapi belum memiliki akses langsung kepada pasar.

Ia mencontohkan temuan saat Misi Dagang Jatim di Gorontalo. Dalam kegiatan tersebut, diketahui terdapat komoditas ikan yang selama ini dibeli pengusaha Jatim dari China. Setelah ditelusuri, ikan tersebut ternyata berasal dari Gorontalo dan sebelumnya dikirim ke China.

"Temuan serupa juga terjadi pada komoditas batok arang kelapa cair yang memiliki permintaan tinggi di Hong Kong. Produk tersebut ternyata diproduksi dalam jumlah besar di sejumlah daerah, seperti Lampung, Gorontalo, dan Sulawesi Utara," ujarnya, Selasa (8/9).

“Ini sebetulnya penguatan-penguatan jejaring yang kita harapkan untuk saling menemukenali kembali bagaimana produk-produk yang menjadi potensi luar biasa di Kaltara itu bisa menemukan jejaring yang lebih luas lagi,” sambungnya.

Menurut Khofifah, pola serupa perlu diterapkan terhadap komoditas unggulan Kaltara. Produk yang selama ini hanya berputar di pasar lokal perlu diperkenalkan kepada pelaku usaha dari daerah lain sehingga peluang transaksi dan pemasaran dapat semakin terbuka.

Selain mempertemukan pelaku usaha, penguatan jaringan perdagangan juga perlu didukung konektivitas logistik. Posisi Jatim sebagai salah satu simpul logistik penting dinilai dapat menjadi pintu bagi produk Kaltara untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

"Dari total 41 kapal yang melayani jalur Tol Laut, sebanyak 24 kapal beroperasi melalui Surabaya. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi komoditas Kaltara untuk masuk ke jaringan distribusi Jatim sebelum diteruskan ke pasar nasional maupun internasional," terangnya.

Khofifah berharap hubungan perdagangan Kaltara dan Jatim tidak berhenti pada transaksi dalam satu kegiatan, tetapi berkembang menjadi jaringan usaha yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.

“Bahasa kami, kita tumbuh bersama, kita berkembang bersama, kita maju bersama, dan insya Allah kita sejahtera bersama,” pungkas Khofifah. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
kaltara produk jatim