TARAKAN - Polres Tarakan terus menelusuri nomor telepon yang digunakan pelaku dalam aksi penipuan dengan mengatasnamakan Kapolres Tarakan. Polisi menduga nomor tersebut dapat menggunakan identitas orang lain atau sengaja diperoleh secara daring tanpa kejelasan identitas pemilik.
Kapolres Tarakan, AKBP Bonifasius Rumbewas, S.I.K. mengatakan, kondisi tersebut tidak menjadi hambatan bagi kepolisian untuk melakukan penyelidikan. Penelusuran tetap dilakukan untuk mengidentifikasi penggunaan nomor sekaligus mengetahui kemungkinan keterkaitannya dengan jaringan atau sindikat penipuan.
“Untuk sementara memang nomornya yang tertera itu bisa terdaftar atas nama lain, ataupun bisa sengaja dionlinekan hanya sekadar nomornya saja tanpa fisik daripada kartu tersebut,” ungkapnya, Selasa (8/9).
Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang memanfaatkan nama dan jabatan pejabat kepolisian. Masyarakat diminta tidak langsung mempercayai pesan maupun telepon dari seseorang yang mengaku sebagai Kapolres Tarakan, terlebih apabila disertai permintaan uang, barang ataupun fasilitas tertentu.
Apabila menerima komunikasi mencurigakan, masyarakat dapat melakukan konfirmasi melalui jalur resmi kepolisian. Jika terdapat masyarakat yang menjadi korban, laporan dapat disampaikan ke Polsek setempat maupun langsung ke Polres Tarakan.
Bonifasius juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, perkembangan media sosial tidak hanya memberikan kemudahan komunikasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk mencari calon korban.
“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati, lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Karena media sosial ini bisa menjadi ruang juga untuk melakukan kejahatan dan kita juga punya potensi untuk menjadi korban di situ,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT