TARAKAN – Kondisi sejumlah sumber air baku di Kota Tarakan terus mengalami penurunan seiring belum adanya hujan dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu yang paling terdampak adalah Embung Binalatung yang kini airnya sudah berada pada kondisi kritis hingga tidak lagi dapat disedot melalui lubang isap yang selama ini digunakan untuk menunjang produksi air bersih. Penurunan debit air baku tersebut berdampak langsung terhadap kemampuan produksi Perumda Tirta Alam Tarakan.
Direktur Perumda Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan mengatakan, produksi yang sebelumnya berada di kisaran 333–340 liter per detik kini hanya tersisa sekitar 191 liter per detik. “Sekarang itu turun dari 340 liter per detik, sekarang tinggal 191 liter per detik. Dari 333, artinya turun 142 liter per detik,” katanya, Senin (7/9).
Dengan kondisi tersebut, daerah yang berada di kawasan perbukitan dan pesisir menjadi wilayah yang paling merasakan dampak. Aliran air ke sejumlah kawasan bahkan tidak lagi berjalan normal sehingga pihaknya harus menyiapkan skema distribusi secara bergilir.
Iwan menyebut, pihaknya bersama tim distribusi dan produksi telah melakukan pembahasan untuk mengatur pola pelayanan. Salah satu skema yang disiapkan adalah penggiliran aliran air setiap dua hari sekali.
“Nah ini mengakibatkan untuk daerah perbukitan dan daerah pesisir ini tidak mengalir. Tadi sudah kita rapatkan, kita diskusikan dengan tim distribusi dan produksi, mungkin nanti akan kita gilir dua hari sekali,” katanya.
Menurutnya, penggiliran mulai diterapkan pada Senin (7/9). Sebelumnya, skema tersebut telah diuji coba sejak sehari sebelumnya. Karena itu, pelanggan diminta aktif memantau informasi yang disampaikan pihaknya melalui media sosial agar mengetahui jadwal aliran air di wilayah masing-masing.
“Makanya saya mengimbau kepada masyarakat agar melihat pengumuman di media sosialnya Perumda Tirta Alam Tarakan, agar tahu jadwal kapan mereka hidup, kapan mereka mengalir, kapan mereka dimatikan alirannya. Nanti kita akan bergilir,” jelasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT