Sensus Ekonomi di Tarakan Sasar Seluruh Skala Usaha hingga Bisnis Digital

Zakaria RT • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:13 WIB
Kepala BPS Kota Tarakan Umar Riyadi. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kepala BPS Kota Tarakan Umar Riyadi. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Tarakan terus berjalan dengan menyasar seluruh aktivitas ekonomi masyarakat. Pendataan dilakukan secara door-to-door sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, dengan petugas mendatangi rumah maupun lokasi usaha untuk memastikan keberadaan sasaran yang telah masuk dalam daftar awal, sekaligus mencatat keluarga dan usaha tambahan yang ditemukan di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan mengerahkan 148 petugas pendata lapangan yang didampingi 21 pengawas. Dengan demikian, sebanyak 169 personel terlibat dalam proses pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Tarakan.

Kepala BPS Tarakan, Umar Riyadi menerangkan, pendataan tidak hanya menyasar usaha dengan skala besar. Seluruh skala usaha menjadi sasaran, mulai dari usaha besar, menengah, kecil, mikro hingga super mikro. Termasuk usaha berbasis digital yang dijalankan dari rumah.

“Pendataan tidak hanya menyasar usaha berskala besar. Seluruh skala usaha menjadi sasaran, mulai dari usaha besar, menengah, kecil, mikro hingga usaha super mikro. Termasuk juga usaha berbasis digital yang dijalankan dari rumah. Kami melihat perkembangan teknologi membuat aktivitas ekonomi tidak selalu terlihat dalam bentuk tempat usaha secara fisik,” tuturnya, Selasa (25/8).

Perkembangan usaha berbasis digital menjadi salah satu perhatian dalam Sensus Ekonomi. Aktivitas ekonomi yang dilakukan dari rumah menggunakan perangkat digital dinilai tetap perlu dicatat karena turut memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

“Usaha berbasis digital sekarang banyak. Orang bisa bekerja dari rumah menggunakan laptop dan menghasilkan pendapatan. Itu juga perlu kita tangkap dan catat,” katanya.

Selain mendata aktivitas usaha, Sensus Ekonomi juga mencakup pembaruan karakteristik sosial ekonomi keluarga. Data yang dikumpulkan nantinya menjadi salah satu bahan untuk mendukung perencanaan pembangunan.

Sensus Ekonomi juga menjadi bagian dari proses rebasing atau penghitungan ulang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Penghitungan tersebut dilakukan melalui pendekatan lapangan usaha maupun pengeluaran sehingga diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih sesuai dengan kondisi perekonomian terkini.

Masyarakat juga diimbau tidak khawatir memberikan informasi kepada petugas sensus. Data yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi ditegaskan tidak ditujukan untuk kepentingan penarikan pajak. “Kami mengimbau masyarakat tidak khawatir memberikan informasi kepada petugas sensus. Jangan nanti merasa, ini mesti buat pajak. Tidak begitu,” tegasnya.

Untuk menjaga kualitas data, pendataan Sensus Ekonomi dilakukan menggunakan perangkat digital yang dilengkapi sistem validasi. Sistem tersebut dapat mendeteksi data yang dianggap tidak wajar atau mengalami anomali sehingga dapat segera dikonfirmasi oleh petugas maupun pengawas.

“Kami berharap hasil akhir Sensus Ekonomi dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi perekonomian Kota Tarakan, khususnya perkembangan jumlah, karakteristik dan persebaran usaha,” harapnya.

Data yang dihasilkan juga diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan, tetapi dapat dimanfaatkan dunia usaha untuk melihat kondisi pasar serta kebutuhan masyarakat.

“Data tersebut juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi dunia usaha dalam melihat kondisi pasar dan kebutuhan masyarakat sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengembangkan usaha,” sambungnya.

Adapun pendataan lapangan Sensus Ekonomi di Kota Tarakan ditargetkan rampung pada 31 Agustus 2026. Setelah pendataan selesai, data akan melalui tahapan pengolahan dan evaluasi sebelum digunakan sebagai dasar penyusunan berbagai indikator ekonomi.

“Data yang kita kumpulkan ini nantinya diharapkan bisa memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi ekonomi Tarakan,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan bps sensus ekonomi