Dispora Kaltara Perkuat Penjaringan Atlet Menuju PON

Zakaria RT • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:34 WIB
DIFOKUSKAN : Trail run menjadi salah cabor yang menjadi fokus Dispora Kaltara untuk menjaring atlet. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
DIFOKUSKAN : Trail run menjadi salah cabor yang menjadi fokus Dispora Kaltara untuk menjaring atlet. ISTIMEWA

TARAKAN – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Utara (Kaltara) mulai memperkuat penjaringan atlet potensial yang diproyeksikan memperkuat daerah pada Pekan Olahraga Nasional (PON). Penjaringan dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak agar potensi atlet dari sejumlah cabang olahraga dapat terpetakan sejak dini.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dispora Kaltara, Bustan mengatakan, proses penjaringan tidak hanya mengandalkan seleksi internal. Pihaknya juga membuka kolaborasi dengan organisasi olahraga, aparat kewilayahan, orang tua, serta masyarakat yang mengetahui adanya potensi atlet di lingkungannya.

“Kita coba untuk kolaborasi dengan teman-teman Kodim, Korem, teman-teman aquatik, dan semua masyarakat ataupun orang tua yang saya lihat ada potensi di situ,” tuturnya, Minggu (23/8).

Menurutnya, penjaringan tersebut diharapkan mampu menemukan atlet yang memiliki peluang menyumbangkan prestasi bagi Kaltara pada ajang PON. Sejumlah cabang olahraga dinilai memiliki potensi menjadi sumber medali, di antaranya aquatik, pencak silat, panahan, hingga trail run.

“Potensi bisa mungkin kita dapatkan medali di PON nanti melalui aquatik, melalui pencak silat, melalui panahan, dan trail juga sama,” tegasnya.

Khusus cabang olahraga trail run, Bustan menilai pemetaan atlet perlu dilakukan sejak sekarang. Sebab, olahraga tersebut tidak hanya membutuhkan kemampuan fisik, tetapi juga daya tahan serta kemampuan beradaptasi dengan kondisi medan yang berbeda.

“Trail run juga sama. Insyaallah trail juga kan masuk dalam salah satu cabor PON di NTB. Sebelumnya kan juga sudah diekshibisi,” jelasnya.

Karena itu, kegiatan trail run di Tarakan dinilai dapat menjadi salah satu momentum awal untuk melihat kemampuan peserta. Penilaian tidak hanya berdasarkan catatan waktu, tetapi juga konsistensi serta kemampuan atlet mengikuti program pembinaan dan latihan secara berkelanjutan.

Selain aspek prestasi, Bustan menyebut kegiatan trail run memiliki manfaat bagi masyarakat. Aktivitas tersebut dinilai dapat mendorong kebiasaan berolahraga sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha lokal.

“Kegiatan ini sangat positif dan juga punya dampak terhadap ekonomi. Kita lihat di sini hadir bukan hanya peserta trail run, tapi juga ada beberapa UMKM yang turut serta berpartisipasi,” ungkapnya.

Bustan berharap kegiatan trail run tidak hanya berlangsung di Kota Tarakan, tetapi dapat dikembangkan di kabupaten lainnya. Kabupaten Malinau, misalnya, dinilai memiliki karakter medan yang lebih menantang sekaligus menawarkan potensi wisata alam yang dapat menjadi daya tarik kegiatan.

“Kita harap bukan hanya diadakan di Kota Tarakan, tapi juga di beberapa kabupaten seperti Kabupaten Malinau yang tentu medannya lebih menantang lagi, lebih alami lagi. Di situ kita bisa melihat keindahan alam yang masih virgin,” katanya.

Pengembangan olahraga berbasis alam, lanjut Bustan, juga harus berjalan beriringan dengan kesadaran menjaga lingkungan. Peserta maupun penyelenggara diingatkan untuk tidak meninggalkan sampah serta menjaga kawasan hutan yang menjadi bagian dari lokasi kegiatan.

“Ketika kita menjaga lingkungan, menjaga hutan, maka kita akan terhindar dari bencana, misalnya banjir atau mungkin sekarang yang lagi tren adalah karhutla,” pungkas Bustan. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
klatara pon olahraga