TARAKAN - Kondisi cuaca yang cenderung panas disertai kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah, menjadi perhatian terhadap kesehatan masyarakat di Kota Tarakan. Salah satu penyakit yang berpotensi muncul atau memburuk akibat kondisi lingkungan tersebut ialah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan memastikan hingga laporan pekan terakhir belum terlihat adanya lonjakan kasus ISPA di fasilitas pelayanan kesehatan.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinkes Tarakan, dr Devi Ika Indriarti M.Kes menerangkan, berdasarkan pemantauan laporan mingguan yang dikumpulkan dari sejumlah puskesmas, kasus ISPA justru mengalami penurunan dari pekan ke-30 ke pekan ke-31 tahun 2026. Pada pekan ke-30 tercatat sebanyak 515 kasus, sedangkan pada pekan ke-31 jumlahnya turun menjadi 247 kasus. Data tersebut merupakan laporan pasien yang datang dan mendapatkan pelayanan di puskesmas.
"ISPA memang yang secara rutin masuk dalam 10 besar penyakit yang dilaporkan setiap bulan oleh puskesmas. Karena itu, perkembangan kasus terus dipantau melalui sistem surveilans, khususnya untuk mendeteksi kemungkinan peningkatan penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) atau wabah," ujarnya, Rabu (19/8).
Diungkapkannya, pemantauan dilakukan secara berkala setiap pekan. Data dari puskesmas dikumpulkan untuk melihat perkembangan berbagai penyakit yang perlu diwaspadai, termasuk ISPA. Ia menjelaskan, untuk meningkatkan kewaspadaan, Dinkes melakukan surveilans dengan mengumpulkan laporan penyakit yang memiliki potensi menyebabkan KLB maupun wabah. Data tersebut kemudian dilaporkan dan dievaluasi setiap pekan.
“Kalau untuk lonjakan kasus, ISPA itu merupakan salah satu penyakit yang biasanya pasti ada di dalam 10 besar penyakit yang setiap bulannya ada di laporan Dinas Kesehatan yang dilaporkan oleh teman-teman puskesmas,” katanya.
Namun dikatakannya, berdasarkan perbandingan data pekan ke-30 dan pekan ke-31, belum ditemukan indikasi peningkatan kasus ISPA yang berkaitan dengan kondisi cuaca maupun kualitas udara saat ini.
“Berdasarkan laporan dari minggu ke-30 ke minggu 31, itu ISPA tidak mengalami peningkatan. Untuk ISPA dari minggu ke-30 itu 515, sedangkan di minggu ke-31 itu 247. Jadi tidak terjadi peningkatan, walaupun memang jumlahnya masih banyak,” jelasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT