Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kabut Asap Karhutla, Kasus ISPA Mulai Naik

F
Penulis: Fijai RT❯
PADAMKAN KARHUTLA : Personel berjibaku memadamkan karhutla yang terjadi di wilayah Bulungan.
PADAMKAN KARHUTLA : Personel berjibaku memadamkan karhutla yang terjadi di wilayah Bulungan.

Advertisement

TANJUNG SELOR – Dinkes Bulungan mencatat tren kenaikan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sekitar 5–10 persen di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Bulungan. Kenaikan tersebut terpantau dari hasil uji petik di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

Kepala Dinkes Bulungan H. Imam Sujono mengatakan, pemantauan dilakukan dengan mengambil uji petik di delapan puskesmas, termasuk sejumlah praktik dokter spesialis anak dan dokter umum. 
“Kami ambil uji petik di delapan puskesmas Bulungan, begitu juga praktik dokter spesialis anak dan beberapa praktik dokter umum. Dari hasil uji petik tersebut ada peningkatan sekitar 5–10 persen,” kata Imam kepada Radar Kaltarar, Jumat (21/8).

Menurutnya, peningkatan kasus tersebut belum tergolong signifikan. Namun, kondisi itu tetap perlu diwaspadai karena terjadi bersamaan dengan munculnya kabut asap akibat karhutla. 
“Walaupun peningkatannya belum signifikan, dari hasil uji petik di puskesmas maupun praktik dokter memang terlihat ada kenaikan. Ini kami kaitkan dengan adanya kabut asap akibat karhutla,” ungkapnya.

Advertisement

Imam menjelaskan, dampak paparan asap terhadap kesehatan tidak selalu langsung dirasakan masyarakat. Saat ini, kondisi tersebut masih berada dalam masa inkubasi sehingga warga yang terpapar asap belum tentu langsung mengalami gejala seperti batuk dan pilek. 
“Sekarang masih dalam tahap inkubasi. Artinya, orang yang terpapar tidak langsung mengalami batuk atau pilek,” jelasnya.

Karena itu, Dinkes Bulungan mewaspadai potensi lonjakan kasus ISPA dalam satu hingga dua pekan ke depan apabila kondisi kabut asap semakin parah.
“Kalau dalam satu atau dua pekan ke depan kondisi kabut asap makin parah, kami perkirakan bisa terjadi lonjakan kasus ISPA,” ungkap Imam.

Kelompok anak menjadi salah satu yang mendapat perhatian karena kasus ISPA cukup banyak ditemukan pada usia tersebut. Dinkes pun mengimbau masyarakat meningkatkan perlindungan diri, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. 
“Umumnya kasus banyak ditemukan pada anak. Karena itu, kami mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” tuturnya.

Advertisement

Selain imbauan kepada masyarakat, Dinkes Bulungan juga menyiapkan langkah koordinasi dengan sektor pendidikan untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap anak-anak sekolah. 
“Kami juga akan berkoordinasi dengan Disdikbud Bulungan karena kaitannya dengan anak sekolah. Di puskesmas, kami sudah membuat edaran kewaspadaan terhadap kabut asap karhutla,” pungkasnya. (jai)

Advertisement

Artikel Terkait

Tempati Gedung Baru, DjPb Kaltara Kembalikan Aset Pemkab Bulungan

Tempati Gedung Baru, DjPb Kaltara Kembalikan Aset Pemkab Bulungan

Seiring mulai beroperasinya gedung baru di Jalan Jelarai Raya, Tanjung Selor, Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Bulungan Sabet Lima Penghargaan Kementerian Hukum, Bukti Penguatan Tata Kelola Berbasis Hukum

Bulungan Sabet Lima Penghargaan Kementerian Hukum, Bukti Penguatan Tata Kelola Berbasis Hukum

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan kembali menorehkan prestasi di bidang tata kelola pemerintahan dan pelayanan hukum.

HUT RI Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Semangat Gotong Royong di Bulungan

HUT RI Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Semangat Gotong Royong di Bulungan

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai Malam Ramah Tamah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer